Mata Air itu Jernih dan Bersih > Kultur itu Kearifan dan Kebijaksanaan > Spiritual itu Damai dan Hening >


Latest Posts

Sebuah Kisah : si Ibu tua, Bidan, Mengangkat Anak Yatim & Kesuksesan

Tidak ada komentar:
Antara Bidan ,  Mengangkat Anak Yatim & Keberhasilan.





Dalam sebuah perjalanan bertemu dengan seorang Ibu yang sudah masuk usia senja. Si Ibu memperkenalkan diri lalu begitu saja menceritakan kalau beliau pernah bekerja pada seorang Bidan. Dimana dia dan Bidan itu membangun usaha tempat persalinan benar-benar memulai dari zero sampai akhirnya menjadi hero.

Dari berawal ngontrak rumah untuk tempat tinggal sekaligus untuk tempat usaha persalinannya, sampai akhirnya memiliki rumah besar dua lantai dengan banyak kamar. Lantai atas dipergunakan untuk tempat tinggal keluarga Ibu Bidan beserta keluarganya dan si Ibu itu , lantai bawah yang banyak kamar untuk tempat usaha persalinannya.

Ibu itu menceritakan bagaimana ibu Bidan itu memulai usaha persalinannya dari modal ala kadarnya, untuk mengontrak sebuah rumah kecil yang dipergunakan untuk tempat tinggalnya sekaligus untuk tempat usahanya. Semua pada akhirnya berjalan adanya, satu persatu pasangan suami istri datang ke tempat persalinan beliau untuk melakukan proses persalinan anak-anak mereka. Waktupun terus berjalan memasuki tahun ke 4, kepercayaan pun terbangun lewat mulut ke mulut dari para pasien yang pernah melahirkan ditempat beliau.

Tapi Bidan itu masih ngontrak untuk tempat tinggal dan usahanya, meski usaha persalinannya sudah berjalan 4 tahun. Sampai pada suatu hari beliau bertemu anak yatim lalu mengangkatnya menjadi anaknya, anak yatim itupun mendapat perlakuan yang baik oleh bidan itu, selain dipenuhi kebutuhan pangannya, juga disekolahkan tk, sd, sampai akhirnya dimasukkan ke pesantren. Selain mengangkat anak yatim, Bidan itu juga membiayai sekolah dua calon bidan yang dia sukai, yang pernah magang ditempat kerjanya.

Waktupun terus berjalan, lambat laun Bidan itupun mulai merasakan buah dari hasil usahanya. Para pasien yang mau bersalin ditempat beliau makin hari makin banyak, karena dasar kepercayaan secara mulut kemulut itu. 

Sampai akhirnya Bidan itu dapat membeli rumah yang selama ini dia kontrak itu. Perlahan-lahan rumahnya pun direnovasi, awalnya hanya 1 lantai , sampai akhirnya menjadi 2 lantai plus membeli tanah dibelakang rumahnya untuk perluasan. Tentunya untuk kenyamanan para pasiennya yang makin banyak tiap harinya dan untuk keluarga Bidan itu, si Ibu, dan dua calon bidan yang di biayainya itu.

Sekarang bu Bidan dan si Ibu yang setia menemaninya itupun merasakan hasilnya, hasil dari sebuah pengorbanan serta keikhlasan  dan saling berbagi sekemampu yang dia bisa. Meski sudah sukses dengan rumah besar dan beberapa kendaraan, tapi Bidan itu tetap tidak lupa diri siapa dirinya, beliau bersahaja.

Setiap malam jum'at selalu ada acara pengajian yasinan dan pulangnya membagi-bagi sembako ke ibu-ibu tetangga dan ibu pengajian yang hadir. Setiap seminggu sekali selalu memanggil beberapa Ustad untuk berceramah dirumah beliau. Anak yatim itupun kadang pulang sekali-kali dari pesantrennya, dua calon bidan itupun sudah selesai studinya, dan sekarang membantunya menjadi Bidan utama peganti beliau kalau lagi keluar. Sementara si Ibu sudah dari awal dianggap ibunya sendiri oleh Bidan itu. Begitulah ungkap si Ibu itu menutup ceritanya.

Semoga bisa dipetik hikmahnya.


"dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaanNya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan kemewahan duniawi" QS.Al Kahfi 28.

"Adapun terhadap anak yatim, maka janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap yang meminta-minta (fakir misin), maka janganlah kamu menghardiknya" QS. Adh Dhuha 9-10.

Abu Hurairah ra. menerangkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Orang yang mengurus janda dan si miskin, seperti orang yang berjuang di jalan Allah." Aku (Abu Hurairah) menduga dia berkata, "Bagaikan orang yang selalu shalat malam tapi tidak pernah merasa lelah dan bagaikan orang yang berpuasa yang tidak pernah berbuka." HR. Mutafaqun Alaihi.

Sahl ra. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Aku dan orang yang menanggung anak yatim berada di surga seperti begini - beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah dan merenggangkan sedikit antara kedua jari tersebut." HR. Bukhari.

















Read More

Permainan Tradisional Yang Di Teliti Oleh Peneliti

Tidak ada komentar:
Kelebihan Permainan Tradisional.



Bebeletokan adalah mainan yang menghasilkan suara tok yang dihasilkan dari bilah bambu kecil yang disumbat dan ditekan dari atas. Bebeletokan dimainkan  tidak mengenal musim tetapi lebih dominan ketika kemarau tiba. Dibuat dari bambu, dengan batang kecilnya bagian ranting tetapi dipakai yang sudah tua dan kuat. Pembuatannya yaitu mula-mula mencari beberapa ranting bambu "awi tali" yang bersifat lentur, yang mempunyai diameter bambu 1-1,5 em  dengan lubang 3-5 mm panjang yang dipakai adalah dari 20-30 em. Bambu tersebut harus lurus agar lebih awet karena tidak mudah patah.  
   

Yang pasti semua terutama yang asalnya dari kampung terutama daerah Jabar memiliki kenangan pada salah satu permainan tradisional ini. Permainan yang sifatnya tidak hanya langsung terima jadi untuk dimainkannya, tapi biasanya di ajarkan dan belajar langsung bagaimana proses pembuatannya sampai bisa sendiri. Sehingga anak-anak saat itu secara tidak langsung di ajarkan bagaimana harus kreatif (daya cipta) dan berinteraksi langsung dengan alam, terutama dalam mencari bahan bambu yang bagus untuk bebeletokannya.

Jenis-jenis permainan tradisional itu masih banyak jenisnya selain bebeletokan, terutama yang mengajarkan bagaimana harus kreatif dulu untuk membuatnya sebelum bisa dimainkan.  Seperti permainan Egrang, 


Egrang atau jangkungan adalah galah atau tongkat yang digunakan seseorang agar bisa berdiri dalam jarak tertentu di atas tanah. Egrang berjalan adalah egrang yang diperlengkapi dengan tangga sebagai tempat berdiri, atau tali pengikat untuk diikatkan ke kaki, untuk tujuan berjalan selama naik di atas ketinggian normal. Di dataran banjir maupun pantaiatau tanah labil, bangunan sering dibuat di atas jangkungan untuk melindungi agar tidak rusak oleh air, gelombang, atau tanah yang bergeser.

Bahkan permainan tradisional ini dampak manfaatnya selain membuat anak kreatif dan berinteraksi dengan alam, juga ada yang lain yang pernah diteliti oleh seorang peneliti.  Dalam sebuah artikel yang bersumber dari http://serambiminang.com/2015/09/6788.html/ .

Seorang mahasiswa pasca sarjana, Iswinarti saat ujian terbuka program doktor Fakultas Psikologi UGM, di Auditorium Fakultas Psikologi UGM mengungkapkan, permainan tradisional yang , berupa game punya nilai manfaat terhadap perkembangan fisik-motorik, intelektual, sosial ekonomi, emosional dan kepribadian anak. Sebab, jenis permainan itu mempunyai nilai-nilai sosial dan psikologis yang tinggi, meski pun ada beberapa kendala yang akan dialami dalam menerapkan kembali permainan ini pada anak.

“Tidak adanya pewarisan, tidak adanya lahan, dan anak lebih tertarik permainan lain yang lebih modern,” kata Iswinarti yang juga dosen di Universitas Muhammadiyah Malang ini.
Dalam penelitiannya, Iswinarti menyimpulkan, metode Bermain, ExpeRiential, Learning, Anak (Berlian) berfungsi membantu anak menemukan makna dari pengalaman ketika mereka bermain permainan tradisional.
Salah satu hasil penelitian yang dilakukan terhadap anak-anak SD di Malang, lanjutnya seperti dilansir laman resmi UGM. menunjukkan bahwa anak-anak yang memainkan permainan tradisional dengan metode tersebut cenderung mengalami peningkatan kompetensi sosial dibandingkan anak-anak yang bermain permainan tradisional tapi tidak disertai dengan metode yang sama.
Begitulah manfaat yang bisa diambil dari permainan tradisional, yang sekarang ini sudah mengalami pergeseran oleh kemajuan teknologi. Dimana sebagai banyak orang tua, sudah tidak bisa menafikan lagi, anak-anak jaman sekarang terutama daerah kota sudah terbiasa dengan permainan di tablet, smartphone, Ps , dan sejenisnya. Tentunya dengan plus minusnya kemajuan teknologi yang mau tidak mau harus dihadapi. 
Semoga saja meskipun mengalami pergeseran oleh kemajuan teknologi, tapi tidak hilang sama sekali. Seperti contoh masih banyak daerah maupun dikota dan didesa setiap moment 17 agustusan atau acara-acara perlombaan lainnya, masih banyak yang memperlombakan permainan-permainan tradisional ini.




Read More

Astrajingga

1 komentar:

Si Cepot Alias Bagong Alias Astrajingga.



WAYANG memang sudah menjadi ciri khas budaya dari Indonesia, khususnya untuk wilayah pulau Jawa termasuk Jawa Barat. Jenis wayang yang terkenal dari pulau Jawa bagian barat ialah Wayang Golek. Bagi masyarakat Sunda sendiri, wayang golek sudah menjadi hiburan yang merakyat, mulai dari kalangan bawah sampai kalangan atas. Wayang golek sendiri mempunyai banyak tokoh, tetapi yang paling terkenal dan paling diingat oleh masyarakat ialah Si Cepot. Ia adalah sosok wayang yang penuh selera humor dan sudah menjadi ikon dari wayang golek. Sampai-sampai ada yang bilang, “Bukan orang Sunda namanya jika belum mengenal Si Cepot”. Seistimewa apakah sosok Si Cepot ini sehingga menjadi ikon dari wayang yang berasal dari Tanah Sunda?.

Si Cepot atau yang dalam pewayangan mempunyai nama Astrajingga merupakan salah satu tokoh yang terdapat dalam dunia pewayangan, khususnya dalam kesenian wayang golek. Dia ini mempunyai wajah yang merah dengan gigi bawahhnya yang besar dan menonjol ke atas. Warna wajahnya yang merah ditafsirkan kitab wayang sebagai cerminan karakter yang buruk. Si Cepot ini mempunyai ciri khas suka ngabodor (bercanda). Cepot merupakan anak pertama dari tiga bersaudara yang terlahir dari pasangan Semar Badranaya dan Sutiragen. Dia mempunyai dua adik, yakni Dawala yang berhidung panjang dan Gareng yang berhidung bulat.

Nama Astrajingga sendiri berasal dari dua kata, yakni sastra yang berati tulisan dan jingga yang berarti merah yang melambangkan kelakuan yang buruk. Jadi Astrajingga merupakan cerminan karakter yang berkelakuan buruk seperti nilai rapor yang memiliki nilai merah. Tapi uniknya, meskipun Si Cepot sangat konyol dan selalu membuat jengkel, kehadirannya dalam suatu pertunjukan wayang malah selalu dinantikan. Karena kelucuan Si Cepot berdasarkan pada norma-norma, nilai-nilai, dan sikap hidup, sehingga kelucuannya mampu diterima oleh semua kalangan. Humornya juga sering menyentuh kehidupan sehari-hari. Dia merupakan tokoh yang sangat setia, kemanapun ayahnya pergi dia selalu menemaninya. Bahkan dia sangat setia pada negaranya, kesetiaannya ditunjukan saat bertarung mati-matian dengan buta hijau, antek kurawa demi membela negaranya.

Karena wataknya yang suka bercanda, banyak orang yang menyukai tokoh ini dan membuat Si Cepot menjadi terkenal. Dia ini tak pandang bulu dalam bercanda, Siapa saja bisa menjadi bahan candaannya, mulai dari para ksatria maha sakti, raja, sampai para dewa di langit. Tetapi dibalik humornya, Si Cepot ini selalu memberi nasihat dan petuah, tak jarang ia juga memberi kritikan pada pemerintah. Perilaku dan ucapannya selalu mengajarkan kita untuk bergotong royong, setia, selau ceria, dan membela kebenaran. 

Oleh karena itu, dalang biasanya menggunakan Si Cepot untuk menyampaikan pesan-pesan seperti kritik maupun petuah dengan sindiran yang disampaikan sambil guyon, agar bisa diterima oleh banyak orang.
Si Cepot beserta ayahnya dan kedua adiknya ini termasuk ke dalam tokoh wayang Punakawan, yakni tokoh abdi yang bertugas menasihati atau memberi petuah bijak bagi para Pandawa. Dalam suatu pertunjukan wayang golek, para tokoh ini biasanya ditampilkan pada bagian tengah cerita, ini dimaksudkan untuk membuat penonton lebih rileks dan bisa tertawa saat cerita mulai serius dan tegang.

Dalam cerita pewayangan Si Cepot ini biasanya menemani para ksatria, terutama Arjuna dan Madukara. Dia juga bisa bertempur seperti ksatria, senjata andalannya dalam berperang berupa Bedog (Golok).

Memang sangat unik wayang yang satu ini. Banyak hal yang patut dicontoh darinya. Di balik pribadi Cepot yang lucu dan suka membuat geger politik dengan tingkah laku yang nyeleneh, dia juga selalu punya pesan moral yang begitu bagus. Cepot merupakan cerminan rakyat jelata yang mempunyai sikap santai, setia, humoris, namun juga berani membela kebenaran.

Read More

Bacalah

Tidak ada komentar:
Bacalah. 



Berikut Kultwit Dari Akun  tentang bacalah


1.mungkin sudah sering mendengar “Buku adalah Jendela dunia.” “Membaca adalah kunci pengetahuan.”

2.BACA satu kata yang bisa mengantarkan ke segala penjuru dunia,mengantarkan kemajuan,bisa merubah diri seseorang,

3.bisa mengetahui apa yang sebelumnya sama sekali tidak pernah kita tahu,yaah dengan membaca kita mendapat ilmu yang baru,

4.dengan membaca kita bisa melihat dunia dan masih banyak sejuta manfaat lainnya,tentu saja dengan bacaan yang baik.

5.Namun tak jarang orang mengetahui begitu banyaknya manfaat membaca tapi enggan mengaplikasikannya dalam kehidupan,

6.faktor yang paling mendominasi dan berbahaya adalah MALAS, ya kata itu adalah hanya untuk orang2 yang tidak mau maju dengan kehidupannya

7.Namun bagi yang gemar membaca tentu saja menganggap apa yang dia baca bukan suatu beban,justru menikmati dan hayut dalam apa yang dibaca

8.karena sadar apa yang dibacanya akan berdampak pada kehidupan dan dirinya.Dengan membaca kita terhalang bahkan semakin jauh dari kebodohan

9.Yuk Melibas kemalasan dengan membaca. Mengawali dari diri sendiri dengan satu kata. Dunia pun akan menyapa dengan apa yang kita baca.

10.Jagat raya pun akan kita kenal dengan membaca. Tak mustahil untuk menjelajahinya.

11.Semoga bermanfaat dan kita mulai dari diri kita sendiri untuk bertanya mau maju atau tidak ? mau pintar atau tidak ? , “Membaca adalah kunci pengetahuan dan kemajuan”, terimakasih. Yuk Bacalah 


Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qolam (pena). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al ‘Alaq: 1-5).





Read More

Puisi : Asmarandana

Tidak ada komentar:

Pupuh Asmarandana Éling-éling Mangka Éling.




lain Mang Darma anu osok wawayangan téh. Da anu osok wawayangan mah dalang (Mang Darma mah lain dalang). Ieu mah mangrupakeun rumpaka anu eusina ngingetan ngeunaan kahirupan di dunya ieu. Hirup di dunya ieu ulah nepikeun ka kasasar lalampahan jeung ulah ngajurung napsu. Lamun éta perkara dilakonan matak kaduhung éngkena, raga anu bakal katempuhan jeung nanggung akibatna. 
Kukituna hirup di dunya ieu kudu éling jeung teu weléh éling. Éling yén di dunya ieu téh lir ibarat keur jadi wayang, teu boga nanaon jeung teu bisa nanaon. 
Kitu kira-kirana anu bisa diala tina Pupuh Asmarandana anu rumpakan saperti ieu: 

Eling-eling mangka eling 
Rumingkang di bumi alam
Darma wawayangan bae
Raga taya pangawasa
Lamun kasasar lampah
Nafsu nu matak kaduhung
Badan anu katempuhan

Eling-eling masing eling
Di dunya urang ngumbara
Laku lampah nu utama
Asih ka papada jalma
Ucap tekad reujeung lampah
Tingkah polah sing merenah
Runtut rukun sauyunan
Hirup jucung panggih jeung kamulyaan

Versi Bahasa Indonesianya Kurang Lebih Seperti Berikut :

Puisi Tradisional Eling-eling Mangka Eling

Bukan Mang Darma yang suka main wayang itu. Yang suka main wayang itu dalang ( Mang Darma bukan dalang ). Ini hanya merupakan contoh yang isinya mengingatkan/memperingati tentang kehidupan di dunia ini. Hidup di dunia ini jangan sampai tersesat diperjalanan dan jangan terlalu mengikuti nafsu. Kalau perkara itu dilakukan takut menyesal nantinya. Raga akan ikut terbawa dan bakal menanggung akibatnya. 

Maka dari itu di dunia ini harus sadar/ingat dan jangan sampai tidak sadar. Sadar/Ingat hidup dunia itu ibarat sedang jadi wayang, tidak punya apa-apa dan tidak bisa apa-apa.

Begitu kira-kiranya yang bisa dipetik dari Puisi Asmarandana, puisinya sebagai berikut :

Sadar sadar lah sadar
menjalani hidup di dunia
hanya sekedar sandiwara
tubuh tidak ada kuasa
jika tersesat dalam prilaku
nafsu yang akan jadi penyesalan
badan yang jadi tempat sasaran

     Sadar sadar harus sadar
     di dunia kita hanya mengembara
     kelakuan yang utama
     mengasihi sesama manusia
     perkataan tekad dan perbuatan
     tingkah laku harus baik mengenakan
     selalu bersama dalam kedamaian
     akhir kehidupan bertemu dengan kemuliaan



Read More

Contact

Tidak ada komentar:





warungtwitter@gmail.com


contactmwsemesta@yahoo.com

.......................
..........................








Read More

Sebuah Kisah : Puncak Gunung dan Menemukan Cinta

Tidak ada komentar:
Di Puncak Itu Si Badru Pendaki Gunung Menemukan CintaNya.



Foto ilustrasi dari twitter  



Sebut saja namanya si Badru, sudah sejak smu dia mengikuti organisasi pecinta alam di sekolahnya. Alasan si Badru cuma satu yaitu, ingin melihat secara langsung bagaimana alam hutan yang sebenarnya, yang selama ini dia hanya melihat di televisi. Selain di tv dia juga hanya bisa mendengar cerita saja dari teman-temannya yang sudah merasakan naik gunung.

Dalam bayangan si Badru yang belum pernah merasakan langsung bagaimana di alam hutan dan mendaki gunung adalah hutan dan segala isinya pasti mengasyikan untuk di jelajahi dan di daki. Itu yang memotifasi dia untuk mengikuti kegiatan pecinta alam di sekolahnya. 

Siapapun bisa mengikuti organisasi pencinta alam, terutama yang ingin merasa tertantang dan melihat langsung keindahan alam hutan aslinya. Dalam organisasi pencinta alam, semua ada tahapannya, terutama untuk anggota baru yang belum pernah sama sekali mendaki gunung dan terjun langsung ke hutan.

Si Badru dan teman-teman yang masih anggota baru tahap pertama saat itu sering di bawa berkeliling sawah dan menyusuri sungai terdekat dengan sekolah dulu oleh para pembina dan seniorya. Disitu seniornya melatih tentang bagaimana melatih kepemimpinan diri sendiri agar tidak egois, mandiri, survival, dll. 

Bagaimana kerjasama antar team, bagaimana melatih kekompakan, bagaimana harus peduli antar teman, memungut sampah sepanjang jalan yang dilewati, dll. Tentunya sambil diselingi dengan permainan-permainan yang mengasyikan, tapi ada maksudnya yang dituju dari setiap permainan itu, seperti bagaimana memecahkan masalah secara bersama-sama. 

Setelah tahap pertama dilewati, tahap berikutnya si Badru dkk sudah mulai dibawa ke kaki gunung yang sifatnya masih dasar atau belum masuk langsung ke hutan sebenarnya untuk menginap/camping. Dalam kegiatan itu banyak di ajari dasar-dasar apabila nanti terjun naik gunung yang sebenarnya. Seperti bagaimana pasang tenda, buat perapian, buat makan yang praktis, mengenal tumbuh-tumbuhan yang bisa dimakan, menyikapi hewan-hewan yang ditemui dll, termasuk apa-apa saja yang meski dibawa.

Sampai pada akhirnya tahap dimana Si Badru dkk terjun langsung ke hutan sebenarnya untuk mendaki gunung. Saat itu para guru pembina dan senior memilih gunung Gede Pangarango di Jl. Raya Cibodas, Cipanas, Kec. Cianjur, Jawa Barat, pilhan untuk para pendaki pemulaUntuk menempuh sampai puncaknya dibutuhkan waktu kurang lebih 6-8 jam perjalanan mendakinya.

Si Badru dkk sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik, sesuai dengan yang diperintahkan para pembina dan seniornya. Sebelum berangkat hal pertama yang dilakukan itu, minta ijin orangtua terutama Ibu agar diberikan keselamatan. Lalu sebelum memulai pendakian adalah melakukan doa bersama agar segala sesuatunya berjalan dengan lancar.

Pendakian pun dimulai, si Badru dkk yang baru pertama kali melihat secara langsung hutan yang sebenarnya, dibuat takjub dengan pemandangan yang dilewatinya dan udara yang dirasakannya. Ternyata lebih indah dari yang dilihat selama ini di tv (celetuk badru dalam hatinya). 

Sepanjang perjalanan semua berusaha mempraktekan segala teori yang selama ini diberikan oleh pembina dan seniornya. Sampai pada pertengahan jalan di Tanjakan Setan (pasti yang pernah ke Gede Pangarngo pernah melewati tanjakan ini), terjadi insiden yang tidak diinginkan, dimana salah satu kawan dari putri ada yang tak sadarkan diri/pingsan karena mungkin kelelahan atau sedang tidak sehat.

Disitulah arti pendakian yang sebenarnya dirasakan Badru, arti dimana ada kawan yang sedang kepayahan/kesusahan lalu semua bahu membahu untuk bisa menolongnya sekemampuan masing-masing. Di buatlah tandu dari tali dan kayu yang ada seperti yang sudah di ajarkan, yang bawa kotak obat segera dipersiapkan untuk menghindari hal yang tidak di inginkan.

Para pembina dan senior pun ikut serta bekerjasama dengan para yuniornya untuk menolong anggota yang pingsan tadi. Dengan mengomandoi dan menenangkan satu dan yang lainnya, supaya dalam kondisi apapun sebisa mungkin untuk tidak panik. Apalagi itu kejadian pas di tanjakan yang cukup menantang bagi para pendaki baru yaitu tanjakan yang dikenal Tanjakan Setan.

Tandupun sudah jadi, untuk membawa anggota yang tadi pingsan, dan segera dinaikkan ke tandu untuk dibawa ketempat yang lebih datar.Semua yang laki-laki terutama saling bekerjasama untuk bahu membahu mengangkat dengan perlahan-lahan ditanjakan yang curam itu. Sampai akhirnya sampai ditempat yang lumayan datar untuk segera dilakukan pertolongan pertama, diberi bau-bauan seperti minyak kayu putih, supaya terpancing kesadarannya.

Singkat cerita, Alhamdulillah anggota yang tadi pingsan tadi sudah siuman, dan berangsur-angsur kondisinya pulih kembali. Perjalanan pendakian pun ditunda sementara untuk beristirahat sejenak dan terutama untuk kepulihan kawan yang baru sadar tadi. 

Setelah beristirahat dan cukup yakin semua sudah pulih kembali, perjalanan pendakian pun dilanjut. Yang kurang lebih  1-3 jam lagi sampi ke puncak. Si Badru dkk dengan semangat melanjutkan kembali perjalanan pendakian. Sampai akhirnya sampailah di Puncak Gunung Gede Pangarango. 

Sama seperti para pendaki lainnya terutama si Badru yang pendaki pemula itu tidak bisa menggambarkan dengan kata-kata melihat pemandangan yang ada didepan matanya. Sungguh lukisan Tuhan yang nyata yang tidak tergantikan keindahannya oleh apapun. 

Di situlah Badru Menemukan Cinta, Cinta kepada Illahi ( Allah Yang Maha Besar ) yang menciptakan alam yang indah didepan matanya. Dimana siapapun tidak akan sanggup menciptakan alam seindah yang dilihatnya, dengan begitu kuasanya menciptakan alam semesta raya ini dengan begitu sempurnanya tanpa ada satu kekurangan sedikitpun.

Semoga kita yang masih diberi hidup ini bisa melindungi keindahan alam semesta raya ini sebisa apa yang bisa kita lakukan, salah satu contoh hal yang sederhana dan paling kecil bisa dilakukan adalah berusaha membuang sampah pada tempatnya dimanapun berada.











Read More
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com