Mata Air itu Jernih dan Bersih > Kultur itu Kearifan dan Kebijaksanaan > Spiritual itu Damai dan Hening >


Latest Posts

Tampilkan postingan dengan label 5.Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 5.Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Pencemaran Tanah : Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasinya

Tidak ada komentar:
Img ebiologi.com.

by Maya Sari M.Si.

Dampak pencemaran tanah bagi makhluk hidup perlu mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat dikarenakan pencemaran tanah tidak boleh disepelekan. Tanah adalah sumber kehidupan bagi manusia. Berbagai macam hal yang dibutuhkan oleh manusia berasal dari tanah. Coba pikirkan, tumbuhan yang dimakan manusia dan menjadi sumber daya bagi kehidupan manusia tumbuh dan berasal dari tanah. Air yang diminum manusia juga berasal dari tanah, sedangkan hewan yang dimakan manusia tidak akan bisa hidup tanpa adanya tumbuhan yang tumbuh di tanah. Hal tersebutlah yang menjadikan alasan pencemaran tanah harus dihindari. Semakin tanah tercemar, semakin buruk pula kualitas hidup makhluk hidup yang bergantung padanya.

Penyebab Pencemaran Tanah

Setelah kita mengetahui apa saja dampak buruk pencemaran tanah terhadap makhluk hidup terutama pada manusia. Ada baiknya kita mengetahui apa saja yang bisa menyebabkan tanah menjadi tercemar. Berikut ini penyebab pencemaran tanah yang harus diketahui :

1.Limbah Domestik 

Limbah domestik merupakan sisa hasil pembuangan dari rumah-rumah penduduk. Selama ini penduduk banyak yang tidak sadar jika dirinya telah menghasilkan limbah. Limbah domestik beraneka ragam jenis dan wujudnya. Limbah itu bisa berasal dari perdagangan yang dilakukan oleh masyarakat, limbah yang dihasilkan oleh kelembagaan serta limbah yang dihasilkan di ruang lingkup wisata. Berikut ini adalah berbagai macam jenis limbah domestik yang wajib diketahui terutama bagi masyarakat umum :

-Sampah tidak terurai dan padat. Limbah yang bersifat padat serta sampah yang tidak bisa diurai merupakan salah satu limbah yang patut diwaspadai keberadaannya. Hal itu dikarenakan meski tertimbun beberapa lama di dalam tanah, wujud dan bentuk dari limbah itu akan sama sebab mikroorganisme tidak bisa menguraikannya. Contohnya saja adalah botol mineral, berbagai macam plastik, kaleng botol minuman, kaca dan masih banyak lagi lainnya.
-Limbah domestik cair. Limbah yang dihasilkan di perkampungan penduduk bisa juga bersifat cair. Limbah tersebut bisa mudah larut ke dalam tanah dan mencemari tanah. Contoh dari limbah tersebut adalah oli, tinja, cat, air bekas detergent, bensin dan masih banyak lagi lainnya. Ketika mencemari tanah, bisa saja mikroorganisme yang ada di dalam tanah tersebut menjadi mati dan terganggu ekosistemnya.

2.Limbah Industri

Sekarang ini banyak industri yang membuang limbahnya secara sembarangan, entah itu dibuang ke aliran sungai maupun di buang ke atas tanah. Industri yang memiliki limbah seharusnya mengolah limbahnya tersebut agar kandungan berbahayanya hilang atau berkurang, barulah limbah tersebut boleh dibuang. Sayangnya tidak semua industri dibekali dengan teknik pengolahan limbah yang baik sehingga berbagai jenis pencemaran pun masih kerap terjadi akibat industri tersebut. Industri yang menyebabkan pencemaran tanah bisa dari industri besar sehingga memiliki pabrik sendiri, industri menengah dan juga industri kecil dengan skala rumahan. Bentuk limbah industri yang sering mencemari lingkungan adalah sebagai berikut ini :

-Limbah industri bersifat padat. Limbah ini merupakan buangan limbah industri yang berbentuk padat. Contoh dari limbah ini adalah lumpur, bubur sisa hasil proses industri yang tidak memiliki nilai ekonomis.
-Limbah industri cair. Saat ini limbah industri yang bersifat cair telah mendominasi pencemaran yang ada di Indonesia. Limbah tersebut merupakan sisa pengolahan suatu proses industri. Contoh limbah industri yang bersifat cair adalah air limbah bekas industri tahu dan tempe, air limbah bekas industri pelapisan logam, air limbah bekas laundry, air limbah bekas industri sablon dan masih banyak lagi lainnya. Unsur kimia yang ada pada limbah cair dan sering ditemukan tersebut adalah tembaga, perak, timbal, krom, boron, arsen dan masih banyak lagi lainnya. Jika limbah cair mengenai tanah, limbah itu bisa merusak kesuburan tanah. Jika limbah itu dibuang ke sungai, air siungai itu akan tercermar dan merusak habitat di sungai tersebut. Limbah yang belum diuraikan dan belum diolah berbahaya bagi makhluk hidup. Industri yang besar harus diikuti dengan teknik pengolahan limbah yang bagus.

3.Limbah Pertanian

Peran biologi dalam bidan pertanian sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk masalah ini. Indonesia dikenal sebagai negara agraris dimana Indonesia terkenal di sektor pertaniannya. Keuntungannya adalah Indonesia kaya dengan hasil pertanian sedangkan kerugiannya adalah Indonesia banyak limbah sisa hasil pertanian. Berikut ini berbagai jenis limbah pertanian yang harus diwaspadai :

-Pupuk Urea.
-Pestisida.
-Herbisida.
-DDT.

Dampak Pencemaran Tanah Bagi Makhluk Hidup

Jangan pernah menganggap pencemaran tanah itu sepele, manusia baru akan merasakan dampaknya jika tanah yang ditinggalinya telah tercemar. Berikut ini berbagai macam dampak pencemaran tanah bagi makhluk hidup yang perlu diperhatikan :

1.Menimbulkan Kerugian
Petani yang menaman tumbuhan di atas tanah yang tidak subur akan merugi. Sebab tumbuhan yang ditanamnya tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan. Petani sudah mengeluarkan modal untuk menanam tanaman tersebut namun modalnya tidak kembali karena tanamannya tidak membuahkan hasil.

2.Yang Kuat Mengalahkan Yang Lemah
Akibat terbatasnya tumbuhan yang tumbuh bisa menyebabkan persaingan di antara hewan pemakan tumbuhan semakin ketat. Untuk mendapatkan makanan, mereka harus bersaing dan bertarung. Hewan pemakan tumbuhan yang kuat bisa mengalahkan yang lemah, sehingga hewan yang terkuatlah yang akan mendapatkan makanan. Hewan yang lemah akan mati karena kelaparan atau harus mati di tangan hewan yang lebih kuat.

3.Menyebabkan Keracunan
Manusia yang memakan tanaman yang ditanam di atas tanah yang tercemar bisa keracunan. Hal itu dikarenakan tanaman yang tumbuh di atas tanah yang tercemar mengandung zat-zat berbahaya sehingga jika dimakan manusia zat yang berbahaya itu bisa berpindah ke tubuh manusia. Manusia pun akan keracunan.

4.Asma
Pencemaran tanah yang terjadi bisa menyebabkan tanah menjadi kekeringan sehingga kondisi tanah menjadi tandus. Tanah yang tandus akan menghasilkan banyak debu. Ketika debu tersebut masuk ke saluran pernafasan manusia terutama manusia yang alergi debu, bisa menyebabkan asma.

5.Diare Dan Sakit Perut
Jika manusia membuat sumur di atas tanah yang telah tercemar, akibatnya adalah air sumur tersebut juga ikut tercemar. Hal itu dikarenakan di dalam sumur tersebut telah mengandung bakteri e-colli. Bakteri itu jika masuk ke dalam tubuh manusia bisa menyebabkan manusia yang meminum air yang telah tercemar sakit perut dan juga diare.

6.Sakit Kepala
Pencemaran tanah bisa membuat orang yang berada di sekitarnya terkena sakit kepala, hal itu dikarenakan tanah yang tercemar cenderung memiliki bau yang menyengat bahkan busuk. Selain sakit kepala, pencemaran tanah bisa menyebabkan manusia mual dan juga muntah.

7.Mikroorganisme Mati
Mutasi gen yang disebabkan zat radioaktif tersebut bisa menyebabkan gen saling bermutasi sehingga akan ada mikroorganisme di dalam tanah tersebut yang mati.  Mereka bermutasi dikarenakan pasokan makanan mereka di dalamtanah menjadi berkurang. Tidak sedikit mikroorganisme tersbeut ada yang mati karena kelaparan.

8.Bersifat Karsinogenik
Tanah yang telah tercemar oleh pestisida, polutan dan zat kimia berbahaya lainnya jika hasil bumi tersebut dikonsumsi oleh manusia akibatnya adalah lama kelaman di dalam tubuh manusia terkandung zat karsinogen yang beresiko memicu timbulnya kanker.

9.Kerusakan Otak
Pencemaran tanah yang hasil bumi dari tanah tersebut masuk ke dalam tubuh manusia bisa menyebabkan kerusakan otak terutama pada anak-anak. Zat kimia pada pestisida dan juga kandungan timbal yang ada di dalam tanah tersebut memicu kerusakan otak pada anak-anak.

10.Merusak Ginjal Organisme
Kandungan timbal di dalamtanah yang tercemar itu jika sampai dikonsumsi oleh organisme dan makhluk hidup lainnya bisa memicu kerusakan ginjal. Ginjal merupakan organ vital pada makhluk hidup jika ginjal terserang penyakit, kualitas hidup makhluk hidup tersebut akan menurun.

11.Leukimia
Salah satu kanker yang bisa ditimbulkan oleh pestisida dan juga timbal di dalam tanah yang tercemar itu adalah leukemia. Hal itu dikarenakan kandungan timbal dan zat berbahaya di dalam pestisida bisa meningkatkan sel darah putih di dalam tubuh sehingga  mengakibatkan leukemia.

12.Menyebabkan Keracunan Hati
Kandungan kimia dalam pestisida salah satunya adalah sikolodiena dimana jika zat tersebut masuk ke dalam tubuh makhluk hidup bisa menyebabkan keracunan hati.

13.Syaraf Otot Terganggu
Manusia yang memakan hasil tanah dari tanah yang tercemar bisa terkena gangguan syaraf otot. Hal itu dikarenakan organofosfat dan karmabat bisa larut ke dalam darah manusia melalui otot sehingga gangguan syaraf otot pun bisa terjadi.

14.Fungsi Sistem Syaraf Pusat Menurun
Klorin yang terkandung pada pestisida bisa terlarut dalam pembuluh darah manusia. Klorin di pembuluh darah tersebut bisa mengalir menuju ke otak, akibatnya adalah fungsi dari syaraf pusat menjadi menurun. Jika syaraf pusat menurun, manusia akan mengalami keluhan sulit konsentrasi dan lain sebagainya.

15.Cangkang Telur Menjadi Menipis
DDT ada pada limbah pertanian yang mengendap di tanah. Jika DDT itu mengendap di tanah akan mengakibatkan cagkang telur menjadi menipis terutama telur yang dipendam di tanah tersebut. Penyebabnya adalah DDT pada limbah pertanian mengganggu kelenjar pada telur untuk mengeluarkan kalsium karbonat. Kalsium karbonat tersebut berfungsi untuk menguatkan cangkang telur. Jika cangkang telur kekurangan kalsium karbonat akibatnya adalah cangkang telur menjadi tipis. Ketebalan cangkang telur lebih tipis sekitar 10-12 persen dibandingkan telur yang memiliki kalsium karbonat lebih tinggi.

16.Populasi Elang Menurun
DDT pada limbah pertanian yang mengendap dan tersimpan di tanah menyebabkan racun bagi burung elang untuk melakukan reproduksi. Hal itu dikarenakan elang merupakan hewan karnivora yang berada di puncak rantai makanan. Jika elang memangsa hewan yang telah terkena DDT tersebut, elang tersebut pun akan ikut mati dan jumlah populasinya akan menurun sehingga reproduksi pada elang juga akan semakin menurun.

17.Meracuni Serangga
Tanah yang tercemar bisa meracuni serangga. Serangga yang hinggap di tumbuhan yang hidup di atas tanah yang tercemar dan mengirup bau busuk dari tanah tersebut akan terkena keracunan.

18.Menyebabkan Diabetes
Manusia yang terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang terpapar dengan DDT bisa menyebabkan dirinya terkena diabetes. DDT itu bisa merusak fungsi organ pankreas sehingga tubuh akan kekurangan insulin.

19.Kelahiran Prematur
Ibu hamil sebaiknya berhati-hati ketika akan mengkonsumsi makanan. Jika ibu hamil mengkonsumsi makanan yang sudah terpapar dengan polusi, ibu hamil tersebut bisa melahirkan secara prematur. Bagi ibu yang sedang hamil muda, mengkonsumsi makanan yang telah terpapar dengan polutan akan menyebabkan dirinya keguguran.

20.Cacat Janin
Proses reproduksi manusia ternyata juga dapat dipengaruhi karena adanya pencemaran tanah.Ibu hamil yang mengkonsumsi tumbuhan yang telah tercemar oleh tanah yang tercemar bisa menyebabkan ibu hamil tersebut memiliki janin cacat. Penyebabnya adalah janin tidak bisa bertahan jika terpapar dengan zat kimia berbahaya yang merusak tubuh serta organ janin tersebut.

21.Berbahaya Bagi Ibu Menyusui
Ibu yang sedang menyusui sebaiknya berhati-hati ketika makan dan minum. Perhatikan dengan benar apakah makanan dan minuman yang dikonsumsinya itu aman dan tidak berbahaya untuk bayi yang disusuinya. Ibu yang memakan tumbuhan yang tercemar bisa keracunan begitupula dengan bayi yang disusuinya. Organ bayi yang masih rentan juga bisa mengalami kerusakan akibat tumbuhan yang tercemar tersebut.

22.Gangguan Tiroid
Kelenjar tiroid pada organ tubuh manusia bisa terganggu karena zat DDT pada limbah pertanian tersebut. Gangguan tiroid itu bisa ditandai dengan pembengkakan dan juga peradangan.

Dampak Pencemaran Tanah Bagi Lingkungan dan Umum

Tidak hanya berdampak pada makhluk hidup saja, pencemaran tanah membawa dampak negatif di bidang lainnya. Berikut ini dampak umum dari pencemaran tanah yang harus diketahui :

1.Kesuburan Tanah Menjadi Menurun
Dampak dari pencemaran tanah yang pertama kali adalah kesuburan tanah tersebut menjadi menurun. Hal itu dikarenakan tanah dan komponen-komponennya telah tercemar dengan zat polutan, pestisida dan juga zat kimia. Tanah yang tidak subur memiliki ciri jika ditanami oleh tumbuhan, tumbuhan tersebut tidak akan tumbuh bahkan malah mati. Jika tumbuh, tumbuhan itu dinamakan tumbuhan “kunthing” sebab tingginya tidak sesuai dengan umurnya karena pertumbuhannya terhambat oleh pencemaran di dalam tanah tersebut.

2.Menurunnya Produktivitas
Jika kesuburan tanah menurun akibatnya adalah produktivitas tanah tersebut menjadi menurun. Hal itu dikarenakan pencemaran tanah tersebut membuat tumbuhan yang ditanam di atas tanah tersebut menjadi layu, kering, mati dan juga tidak sehat. Tumbuhan dengan kondisi seperti itu akan menyebabkan produktivitas menjadi menurun. Produktivitas menurun akan mempengaruhi kehidupan manusia.

3.Kehilangan Nutrisi
Tanah yang telah tercemar akan kehilangan nutrisinya sehingga menjadi tidak subur. Nutrisi seperti air tanah tidak bisa terserap secara sempurna di tanah yang tercemar. Jika air saja tidak bisa terserap secara sempurna, tanaman yang ditanam di atas tanah tersebut tidak bisa tumbuh danberkembang karena kekurangan air.

4.Erosi Tanah
Pencemaran tanah bisa menyebabkan erosi tanah. Alasannya adalah di tanah yang tercemar tersebut menyebabkan tidak ada satupun tanaman yang bisa tumbuh di atas tanah tersebut. Jikalaupun tumbuh, kondisi tanaman tersebut akan memprihatinkan. Air hujan yang datang dan mengenai tanah tersebut akan mengikis lapisan tanah tersebut sebab tidak ada pohon di atasnya.

5.Keseimbangan Ekosistem Terganggu
Jika tanah tercemar akibatnya adalah ekosistem menjadi tidak seimbang. Bisa anda bayangkan jika tumbuhan tidak bisa tumbuh subur di tanah yang tercemar, sedangkan hewan pemakan tumbuhan banyak berkeliaran. Akibatnya adalah ekosistem pun menjadi tidak seimbang.

6.Salinitas Tanah Meningkat
Pencemaran tanah bisa menyebabkan salinitas tanah pun menjadi meningkat. Tanah yang salinitasnya meningkat itu menyebabkan tanah tersebut tidak layak untuk dijadikan vegetasi sehingga tanah tersebut akan dibiarkan tandus dan tidak berguna.

7.Polusi Udara Meningkat
Pencemaran tanah bisa merambat ke pencemaran lainnya salah satunya adalah pencemaran udara. Pencemaran tanah tersebut menyebabkan pencemaran udara. Dampak pencemaran udara ini sangat besar, Saat tumbuhan tidak bisa tumbuh di tanah yang tercemar bisa membuat karbondioksida tidak bisa diubah menjadi oksigen sehingga pencemaran udara bisa terjadi.

8.Mengubah Struktur Tanah
Zat polutan yang masuk ke dalam tanah bisa menyebabkan struktur tanah menjadi berubah. Tidak bisa dipungkiri bahwa pencemaran tanah mengakibatkan struktur tanah menjadi berubah. Salah satu penyebab pencemaran tanah adalah zat radioaktif dimana zat tersebut bisa menyebabkan mutasi gen di dalam tanah sehingga terjadi perubahan struktur tanah.

9.Penguraian Di Dalam Tanah Terganggu
Umumnya tanah yang tercemar tidak bisa menguraikan zat yang ditimbun di dalam tanah tersebut meski zat tersebut mudah terurai. Hal itu dikarenakan pencemaran tanah bisa membunuh mikroorganisme pengurai di dalam tanah. Jika mikroorganisme pengurai tersebut tidak ada maka proses penguraian di dalam tanah pun terganggu atau tidak ada sama sekali.

10.Keasaman Tanah Berubah
Limbah yang ada di dalam tanah membawa pengaruh berupa perubahan derajat keasaman tanah. Akibat keasaman tanah berubah, zat hara yang seharusnya terserap dari tanah ke tumbuhan menjadi berkurang.

Cara Mengatasi Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah tidak boleh dibiarkan begitu saja, hal itu dikarenakan tanah adalah sumber kehidupan bagi manusia. Jika sumber kehidupan manusia tercemar maka kualitas hidup manusia pun akan berkurang. Dampak buruknya adalah manusia akan kehilangan sumber daya untuk kehidupannya. Berikut ini cara mengatasi pencemaran tanah yang harus dilakukan oleh manusia :

1.Pemisahan Sampah

Memisahkan sampah berdasarkan jenisnya bermanfaat untuk mengatasi pencemaran tanah. Hal tersebut juga bermanfaat untuk menghindari pencemaran tanah. Di tempat umum, ada baiknya disediakan tempat sampah berdasarkan jenisnya. Jenis sampah dibagi menjadi dua macam yaitu sampah organik dan juga sampah non organik. Sampah organik itu bisa berupa daun pembungkus makanan sedangkan sampah non organik adalah botol kaleng minuman, plastik, sedotan dan masih banyak lagi lainnya. Di tempat umum, banyak sekali sampah non organik yang dibuang oleh pengunjung tempat tersebut. Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya sebaiknya mulai dibenahi. Dengan membuang sampah pada tempatnya masyarakat bisa terhindar dari berbagai dampak buruk dari sampah tersebut dan kebersihan pun bisa terwujud.

2.Menerapkan Prinsip Daur Ulang 

Masyarakat sebaiknya sejak saat ini mempelajari tentang prinsip daur ulang. Prinsip itu bisa dengan mengolah limbah dan juga memanfaatkan sampah yang tidak terpakai menjadi sesuatu yang lebih berguna. Daur ulang yang bisa dilakukan oleh manusia adalah sebagai berikut ini :

-Sampah organik yang dibuang oleh manusia bisa dimanfaatkan menjadi pupuk kompos, biogas dan masih banyak lagi lainnya.
-Sampah non organik yang banyak disekitar kita bisa digunakan sebagai bahan-bahan kerajinan. Bahan kerajinan yang bisa dibuat adalah lampu hias dari botol mineral, lampion dari botol mineral, pembuatan tas dan dompet dari sampah bekas minuman sachet serta masih banyak lagi lainnya. Selain menghindari pencemaran tanah, mendaur ulang bahan-bahan tersebut bisa menghasilkan nilai tambah dari barang-barang yang dianggap limbah dan bekas.

3.Hindari Pestisida Dan Zat Kimia

Untuk mengurangi efek dari limbah pertanian, petani di Indonesia mulai menggalakkan bertani dengan cara aman yaitu menghindari pestisida. Pestisida dampaknya bisa berbahaya bagi tanah sebab menimbulkan pencemaran. Oleh sebab itu petani mulai beralih ke pupuk kompos yang lebih aman karena terbuat dari bahan-bahan organik. Sayuran, buah dan hasil pertanian yang menggunakan pupuk kompos disebut dengan hasil pertanian organik. Hasil tani organik jauh lebih aman dikonsumsi dibandingkan dengan hasil tani yang menggunakan pupuk kimia dan juga pestisida.

4.Pengolahan Limbah

Industri yang ada di Indonesia sebaiknya memiliki sistem pembuangan dan pengolahan limbah yang baik. Industri besar tentu memiliki limbah yang banyak pula. Jika setiap hari industri tersebut membuang limbah dengan skala yang besar tanpa diikuti oleh pengolahan limbah yang benar tentu banyak media yang bisa tercemar oleh limbahnya tersebut. Industri yang baik akan mengolah limbahnya terlebih dahulu agar tidak berbahaya jika dibuang ke sungai maupun ke tanah. Saat di buang ke sungai maupun tanah, limbah itu tidak akan mempengaruhi makhluk hidup yang ada di sungai maupun tanah tersebut.

5.Plastik Organik

Saat ini banyak supermarket yang mulai memperhatikan kesehatan lingkungan. Supermarket tersebut sadar jika plastik yang diberikan kepada konsumennya tidak bisa diuraikan dan berdampak buruk oleh lingkungan. Oleh sebab itu saat ini banyak supermarket yang menggunakan plastik daur ulang atau plastik organik. Disebut plastik organik dikarenakan plastik yang diberikan tersebut bisa terurai oleh tanah. Langkah tersebut sebaiknya ditiru oleh semua toko yang ada di Indonesia sehingga berapapun jumlah plastik yang dibuang oleh manusia tidak akan mencemari lingkungan dan juga tanah.

6.Saluran Pembuangan Limbah

Bagi limbah domestik, ada baiknya ibu rumah tangga membuat saluran pembuangan limbah yang baik. Misalnya saja air sisa detergent tidak langsung dibuang ke tanah begitu saja, namun air detergent tersebut dibuang ke saluran pembuangan limbah yang telah disediakan atau dibuat. Dengan begitu pembuangan limbah bisa terorganisir dengan baik.

Nah itulah artikel / makalah mengenai pencemaran tanah yang meliputi dampak bagi makhluk hidup bagi kesehatan, dampak pencemaran tahan bagi lingkungan, penyebab, hingga cara mengatasinya yang dapat dilakukan dengan mudah.

Sumber http://dosenbiologi.com/lingkungan/pencemaran-tanah
Read More

Kandungan Nutrisi Dalam Susu Kacang Kedelai dan Manfaatnya Untuk Kesehatan

Tidak ada komentar:
Manfaat susu kacang kedelai memang sudah tidak diragukan lagi akan kasiatnya. Minuman kesehatan ini memang bagus sekali untuk tubuh anda. Minuman susu kacang kedelai sendiri sudah menjamur dan bahkan terkenal sekali di wilayah Indonesia. Jadi tak heran jika banyak sekali masyarakat Indonesia yang suka sekali dengan minuman segar ini.

Setiap tubuh manusia pastinya memerlukan berbagai asupan untuk memenuhi kebutuhan untuk tubuhnya. Tentunya asupan tersebut harus memiliki banyak kandungan nutrisi didalamnya. Dan salah satu asupan yang bagus untuk kesehatan adalah dengan meminum minuman segar sepertihalnya susu kacang kedelai. Nah, mau tahu apa saja kandungan nutrisi yang ada didalam susu kacang kedelai dan kasiat dari susu kacang kedelai untuk kesehatan tubuh anda?? Simak terus artikel berikut ya guys..!!

Kandungan Nutrisi dalam Susu Kacang Kedelai


Pastinya anda sudah mengetahui bahwa yang namanya susu ini pasti akan sangat bagus sekali untuk kesehatan tubuh anda. Namun ada sebagian orang yang sama sekali tidak menyukai dengan minuman segar bernutrisi susu ini. Nah, untuk mengakalinya ada susu yang sama sekali tidak terbuat dari hewan alias non hewani yang bisa anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada tubuh anda, yaitu dengan meminum susu kacang kedelai.

Manfaat susu kacang kedelai dan nutrisi yang terkandung didalamnya ini juga tidak kalah baik dan lengkap seperti halnya susu yang lainnya. Karena didalam susu kacang kedelai memiliki kandungan nutrisi seperti fosfor, magnesium, protein, dan potassium. Semua kandungan zat dan mineral di atas sangat bagus sekali untuk kesehatan tubuh anda.

Khasiat Susu Kacang Kedelai Untuk Kesehatan

Nah, sekarang yang menjadi pertanyaan adalah apa saja sih manfaat dari susu kacang kedelai untuk kesehatan tubuh?? Kenyataannya, susu kacang kedelai memiliki banyak sekali manfaat yang bisa dihasilkan oleh tubuh, diantaranya:

1. Sangat bagus untuk dijadikan diet, karena rendah akan kalori

2. Memiliki kandungan protein yang sangat bagus

3. Kaya akan nutrisi

4. dapat dijadikan sarana untuk mencegah terjadinya kanker

5. Sarana untuk mencegah terjadinya penyakit jantung

Namun anda juga perlu waspada akan susu kacang kedelai ini, karena jika anda kebanyakan maka fungsi dari tiroid didalam tubuh akan tertekan ini dkarenakan susu kacang kedelai memiliki goitrogens, fitat yang dapat mencegah terjadinya penyerapan mineral, serta phytoestrogen yang memiliki efek buruk untuk jaringan tubuh jika kebanyakan minum.

Selain itu, efek sampingnya jika anda terlalu banyak meminumnya kemungkinan anda akan terkena penyakit kanker payudara, kelainan pada bayi, dan kerusakan otak, dengan kejadian ini bisa jadi kalau manfaat susu kacang kedelai sendiri untuk kesehatan jadi hilang.

Itulah wacana dan informasi mengenai kandungan nutrisi efek buruk dan manfaat susu kacang kedelai untuk kesehatan tubuh, semoga wacana dan informasi di atas dapat bermanfaat bagi anda yang membacanya.


Read More

Beberapa hal yang dapat dicermati dalam kasus Bullying dan Cara Mengatasinya

Tidak ada komentar:

Menyimak berita akhir-akhir ini mengenai kasus bullying, atau kekerasan yang dilakukan anak-anak terhadap anak lain di sekolah, menarik saya pada ingatan tentang cerita anak saya sepulang sekolah suatu hari.

Beberapa bulan kebelakang, anak saya yang pertama bercerita (saat itu ia adalah siswa kelas 2 sebuah sekolah dasar). Ibu, katanya, tadi disekolah aku dihukum, gara-gara waktu shalat bercanda. Dihukum apa, tanya saya, aku, sama teman-temanku yang lain yang bercanda, dijitakin sama semua anak yang tidak bercanda. Siapa yang menyuruh seperti itu tanya saya, Bapak X, kata anak saya, guru yang menjadi penanggung jawab kegiatan shalat hari itu.

Dalam hati, saya agak marah sesungguhnya, apakah memang demikian cara mendisiplinkan anak saat mereka sedang belajar untuk shalat? Padahal jika merujuk pada salah satu kisah yang pernah saya baca, Rasulullah SAW saja dengan sengaja membiarkan dirinya bersujud lebih lama dari yang seharusnya, karena cucunya menaiki Beliau saat Beliau sedang shalat. Rasulullah adalah teladan. Uswatun Hasanah. Maka seharusnya kita merujuk pada beliau untuk segala hal, termasuk dalam mendidik, membesarkan anak-anak dan mengajari mereka beribadah.

Kemudian pada suatu hari, anak saya kembali bercerita (saat ini ia sudah duduk di kelas 3), bahwa saat dikelas tadi ada temannya yang menangis karena dicubit oleh temannya yang lain dengan sangat keras. Saya bertanya, terus ibu gurunya ngapain? Gak ngapa-ngapain, cuma tanya aja, kenapa menangis, terus anak yang nyubitnya dikasih tau ga boleh begitu.

Kemudian saya teringat, pada saat ia kelas satu, ia juga pernah bercerita bahwa dikelasnya ada anak yang suka “neke” (ini adalah bahasa lokal “menjitak kepala”) teman yang lain.

Tampaknya, berdasarkan cerita anak saya diatas, budaya kekerasan memang sering terjadi di sekolah. Tidak hanya oleh anak-anak kepada temannya, tetapi juga oleh orang dewasa. Buat saya, sekalipun gurunya tidak secara langsung melakukan tindakan ‘menjitak’ (ini bahasa Indonesia baku atau bukan ya?), tetapi menyuruh anak-anak melakukan tindakan tersebut pada anak yang lain, sama saja dengan membolehkan dan bahkan menganjurkan anak-anak melakukan kekerasan pada anak yang lain.

Karena saya sendiri, belum secara mendalam membaca dan memahami referensi mengenai tindakan kekerasan pada anak-anak di sekolah, maka dengan bantuan om Google, saya mendapatkan sebuah artikel yang sangat lengkap tentang hal tersebut. Tanpa saya edit, berikut adalah copas artikel tersebut dari http://harunnihaya.blogspot.com/2011/12/bullying-dan-solusinya.html. Semoga bermanfaat.

Bullying berasal dari kata Bully, yaitu suatu kata yang mengacu pada pengertian adanya “ancaman” yang dilakukan seseorang terhadap orang lain (yang umumnya lebih lemah atau “rendah” dari pelaku), yang menimbulkan gangguan psikis bagi korbannya (korban disebut bully boy atau bully girl) berupa stress (yang muncul dalam bentuk gangguan fisik atau psikis, atau keduanya; misalnya susah makan, sakit fisik, ketakutan, rendah diri, depresi, cemas, dan lainnya). Apalagi Bully biasanya berlangsung dalam waktu yang lama (tahunan) sehingga sangat mungkin mempengaruhi korban secara psikis.

Sebenarnya selain perasaan-perasaan di atas, seorang korban Bully juga merasa marah dan kesal dengan kejadian yang menimpa mereka. Ada juga perasaan marah, malu dan kecewa pada diri sendiri karena “membiarkan” kejadian tersebut mereka alami. Namun mereka tak kuasa “menyelesaikan” hal tersebut, termasuk tidak berani untuk melaporkan pelaku pada orang dewasa karena takut dicap penakut, tukang ngadu, atau bahkan disalahkan. Dengan penekanan bahwa bully dilakukan oleh anak usia sekolah, perlu dicatat bahwa salah satu karakteristik anak usia sekolah adalah adanya egosentrisme (segala sesuatu terpusat pada dirinya) yang masih dominan. Sehingga ketika suatu kejadian menimpa dirinya, anak masih menganggap bahwa semua itu adalah karena dirinya.

Definisi Bullying menurut PeKA (Peduli Karakter Anak) adalah penggunaan agresi dengan tujuan untuk menyakiti orang lain baik secara fisik maupun mental. Bullying dapat berupa tindakan fisik, verbal, emosional dan juga seksual.

Berikut ini adalah contoh tindakan yang termasuk kategory bullying; pelaku baik individual maupun group secara sengaja menyakiti atau mengancam korban dengan cara:

– menyisihkan seseorang dari pergaulan,
– menyebarkan gosip, mebuat julukan yang bersifat ejekan,
– mengerjai seseorang untuk mempermalukannya,
– mengintimidasi atau mengancam korban,
– melukai secara fisik,
– melakukan pemalakan/ pengompasan.

Bullying tidaklah sama dengan occasional conflict atau pertengkaran biasa yang umum terjadi pada anak. Konflik pada anak adalah normal dan membuat anak belajar cara bernegosiasi dan bersepakat satu sama lain. Bullying merujuk pada tindakan yang bertujuan menyakiti dan dilakukan secara berulang. Sang korban biasanya anak yang lebih lemah dibandingkan sang pelaku.

Menurut Dan Olweus, penulis dari Bullying at School, Bullying Bisa dibagi menjadi dua bagian besar yaitu :

1. Direct bullying : intimidasi secara fisik, verbal.
2. Indirect Bullying: isolasi secara sosial.

Bullying itu sangat menyakitkan bagi si korban. Tidak seorangpun pantas menjadi korban bullying. Setiap orang memiliki hak untuk diperlakukan dan dihargai secara pantas dan wajar. Bullying memiliki dampak yang negatif bagi perkembangan karakter anak, baik bagi si korban maupun pelaku.

Berikut ini contoh dampak bullying bagi sang korban :

– Depresi
– Rendahnya kepercayaan diri / minder
– Pemalu dan penyendiri
– Merosotnya prestasi akademik
– Merasa terisolasi dalam pergaulan
– Terpikir atau bahkan mencoba untuk bunuh diri

Di sisi lain, apabila dibiarkan, pelaku bullying akan belajar bahwa tidak ada risiko apapun bagi mereka bila mereka melakukan kekerasan, agresi maupun mengancam anak lain. Ketika dewasa pelaku tersebut memiliki potensi lebih besar untuk menjadi preman ataupun pelaku kriminal dan akan membawa masalah dalam pergaulan sosial.

Tentu kita masih ingat kasus yang terjadi pada STPDN /IPDN yang sampai menelan korban jiwa. Dan entah sudah berapa ratus dan mungkin bahkan ribuan dan jutaan orang yang pernah mengecap pendidikan di STPDN/IPDN yang rusak mental dan jiwanya karena telah di Bullying oleh seniornya dan pada akhirnya sebagai pembalasan mereka kembali melakukan hal yang sama seperti kakak seniornya, melakukan Bullying. Dan itu akan terus terjadi secara turun temurun dan lembaga pendidikan yang notabene nya adalah pencetak Pejabat.

Bullying tidak terjadi juga antar pelajar dan senior tapi juga kerap terjadi oleh guru, mungkin saja tidak terjadi bunuh diri apabila siswa yg menunggak SPP tidak merasa dipermalukan dan disisihkan di hadapan teman sekolahnya. Baik itu karena berulangkali harus menghadapi pemanggilan kepala sekolah maupun perlakuan yang berbeda dari pihak sekolah terhadapnya. Bisa jadi tidak akan terjadi lagi “mati konyol” akibat proses penerimaan siswa baru, apabila kita tidak menganggap praktek perploncoan sebagai hal yang biasa.

Bentuk Bully terbagi dua, tindakan langsung seperti menyakiti, mengancam, atau menjelekkan anak lain. Sementara bentuk tidak langsung adalah menghasut, mendiamkan, atau mengucilkan anak lain. Apapun bentuk Bully yang dilakukan seorang anak pada anak lain, tujuannya adalah sama, yaitu untuk “menekan” korbannya, dan mendapat kepuasan dari perlakuan tersebut. Pelaku puas melihat ketakutan, kegelisahan, dan bahkan sorot mata permusuhan dari korbannya.

Karakteristik korban Bully adalah mereka yang tidak mampu melawan atau mempertahankan dirinya dari tindakan Bully. Bully biasanya muncul di usia sekolah. Pelaku Bully memiliki karakteristik tertentu. Umumnya mereka adalah anak-anak yang berani, tidak mudah takut, dan memiliki motif dasar tertentu. Motif utama yang biasanya ditenggarai terdapat pada pelaku Bully adalah adanya agresifitas. Padahal, ada motif lain yang juga bisa dimiliki pelaku Bully, yaitu rasa rendah diri dan kecemasan. Bully menjadi bentuk pertahanan diri (defence mechanism) yang digunakan pelaku untuk menutupi perasaan rendah diri dan kecemasannya tersebut. “Keberhasilan” pelaku melakukan tindakan bully bukan tak mungkin berlanjut ke bentuk kekerasan lainnya, bahkan yang lebih dramatis.

Ada yang menarik dari karakteristik pelaku dan korban Bully. Korban Bully mungkin memiliki karakteristik yang bukan pemberani, memiliki rasa cemas, rasa takut, rendah diri, yang kesemuanya itu (masing-masing atau sekaligus) membuat si anak menjadi korban Bully. Akibat mendapat perlakuan ini, korban pun mungkin sekali menyimpan dendam atas perlakuan yang ia alami.

Selanjutnya, bukan tak mungkin, korban Bully, menjadi pelaku Bully pada anak lain yang ia pandang sesuai dengan tujuannya, yaitu untuk mendapat kepuasan dan membalaskan dendam. Ada proses belajar yang sudah ia jalani dan ada dendam yang tak terselesaikan. Kasus di sekolah-sekolah, dimana kakak kelas melakukan Bully pada adik kelas, dan kemudian Bully berlanjut ketika si adik kelas sudah menjadi kakak kelas dan ia kemudian melakukan Bully pada adik kelasnya yang baru, adalah contoh dari pola Bully yang dijelaskan di atas.

Tindakan Bullying bisa terjadi dimana saja, terutama tempat-tempat yang tidak diawasi oleh guru atau orang dewasa lainnya. Pelaku akan memanfaatkan tempat yang sepi untuk menunjukkan “kekuasaannya” atas anak lain, agar tujuannya tercapai. Sekitar toilet sekolah, pekarangan sekolah, tempat menunggu kendaraan umum, lapangan parkir, bahkan mobil jemputan dapat menjadi tempat terjadinya Bullying.

Sebagai orang tua, kita wajib waspada akan adanya perilaku bullying pada anak, baik anak sebagai korban atau sebagai pelaku. Beberapa hal yang dapat dicermati dalam kasus Bullying adalah :
Bagaimana mengenali anak yang diindikasi mengalami tindakan intimidasi di sekolahnya? Sejumlah tips yang dirangkum Kompas.com dari berbagai sumber ini mungkin bisa membantu Anda.

Ciri-ciri yang harus diperhatikan di antaranya:
1. Enggan untuk pergi sekolah
2. Sering sakit secara tiba-tiba
3. Mengalami penurunan nilai
4. Barang yang dimiliki hilang atau rusak
5. Mimpi buruk atau bahkan sulit untuk terlelap
6. Rasa amarah dan benci semakin mudah meluap dan meningkat
7. Sulit untuk berteman dengan teman baru
8. Memiliki tanda fisik, seperti memar atau luka

Jika menemukan ciri-ciri seperti di atas, langkah yang harus dilakukan orangtua di antaranya:
1. Berbicara dengan orangtua si anak yang melakukan bully terhadap anak Anda
2. Mengingatkan sekolah tentang masalah seperti ini
3. Datangi konselor profesional untuk ikut membantu mengatasi masalah ini

Jika tindakan kekerasan ini masih terus berlanjut dan tidak ada respons yang baik dari sekolah, pikirkanlah cara lain. Salah satu pilihan, jika memungkinkan, pindahkan sekolah anak Anda. Dalam situasi yang ekstrem, mungkin perlu menghubungi polisi atau meminta perlindungan. Namun, hal yang paling penting adalah mendengarkan komplain anak dan tetaplah membuka komunikasi kepada mereka.

Bullying tidak boleh diabaikan mengingat dampak psikis dan mental terhadap anak sangat besar.
Berikut ini beberapa saran untuk mengetahui anak kita menjadi korban bullying atau tidak :

 Ketahuilah bahwa seorang anak yang sedang diintimidasi kemungkinan besar akan memberitahu rekan pertama, lalu orang tua, dan kemudian guru. “Selalu tahu siapa teman-teman anak Anda,” kata Robin D’Antona, pendiri Asosiasi Internasional Pencegahan Bullying. Dengan menjalin persahabatan dengan teman anak kita, maka banyak “bocoran” yang akan disampaikannya tentang dia.
 Tanyakan kepada anak kita secara rutin apakah dia suka sekolah. Jika seorang anak menjawab bahwa ia “membenci” sekolah, tanyakan lebih dalam untuk mengetahui rincian apa yang membuatnya benci sekolah. Apakah ia membenci akademisi? Bisakah dia tidak melihat papan tulis? Gambar dari sumber sikap anak Anda ke sekolah.
 Privasi berakhir saat keselamatan anak kita terancam di sekolah. Perhatikan apa yang mereka lakukan di web, dan memeriksa ponselnya. Jika anak menginginkan buku harian, membeli buku dan sarankan menyimpan di tempat yang sekiranya perlu, kita bisa juga mengaksesnya tanpa dia tahu. “Misalnya di bawah kasur,” kata D’Antona.
 Ciptakan komunikasi yang harmonis dalam keluarga kita. Buatlah anak-anak bebas mengungkapkan kata hatinya dan bisa terbuka untuk berbicara setiap saat. Ada kalanya kita harus kontak mata dengannya saat berbiicara, ada kalanya anak juga lebih nyaman bercerita pada kita tanpa kontak mata. “Perjalanan sambil mengobrol selama kita tengah menyetir, misalnya, membuat anak bebas mengungkapkan apa saja,” tambah D’Antona.

Beberapa hal yang dapat dicermati dalam kasus Bullying adalah :

a. Anak menjadi Korban

Tanda-tandanya :
1. Munculnya keluhan atau perubahan perilaku atau emosi anak akibat stres yang ia hadapi karena mengalami perilaku bullying (anak sebagai korban).
2. Laporan dari guru atau teman atau pengasuh anak mengenai tindakan bullying yang terjadi pada anak.

b. Anak sebagai Pelaku

Tanda-tandanya :
1. Anak bersikap agresif, terutama pada mereka yang lebih muda usianya, atau lebih kecil atau mereka yang tidak berdaya (binatang, tanaman, mainan).
2. Anak tidak menampilkan emosi negatifnya pada orang yang lebih tua/ lebih besar badannya/ lebih berkuasa, namun terlihat anak sebenarnya memiliki perasaan tidak senang.
3. Sesekali anak bersikap agresif yang berbeda ketika bersama anda.
4. Melakukan tindakan agresif yang berbeda ketika tidak bersama anda (diketahui dari laporan guru, pengasuh, atau teman-teman).
5. Ada laporan dari guru/ pengasuh/ teman-temannya bahwa anak melakukan tindakan agresif pada mereka yang lebih lemah atau tidak berdaya (no. 1).
6. Anak yang pernah mengalami bully mungkin menjadi pelaku bully.

Salah satu bullying adalah bentuk penindasan. Penindasan sendiri bisa dengan atau tanpa kekerasan. Bullying adalah perilaku yang diulangi dari waktu ke waktu yang secara nyata melibatkan ketidak-seimbangan kekuasaan, yang lebih kuat menyerang kelompok anak-anak atau mereka yang kurang kuat. Bullying dapat berupa pelecehan lisan atau penyerangan fisik, atau cara lain yang lebih halus, seperti paksaan dan manipulasi. Bullying biasanya dilakukan untuk memaksa orang lain dengan rasa takut dan ancaman. Bullying dapat dicegah jika anak-anak diajarkan keterampilan sosial agar mampu berinteraksi dengan orang-orang. Hal ini akan membantu mereka untuk menjadi orang dewasa produktif, ketika berinteraksi dengan orang-orang yang mengganggu. Bullying di sekolah dan tempat kerja juga disebut sebagai penyalahgunaan rekan.

Karakter-karakter tertentu pada anak yang biasanya menjadi korban bullying, misalnya:
• Sulit berteman
• Pemalu
• Memiliki keluarga yang terlalu melindungi
• Dari suku tertentu
• Cacat atau keterbatasan lainnya
• Berkebutuhan khusus
• Sombong, dll.

Anak yang menjadi korban biasanya merasa malu, takut, tidak nyaman. Sehingga untuk membuat ia kembali mampu menjalani kegiatannya sehari-hari seperti biasa, ia harus dibekali dengan “tools” yang membuat ia yakin bahwa ia akan mendapatkan pertolongan. Ia harus tahu dan percaya bahwa guru kelas dan temannya akan membantu, misalnya. Atau ia kemudian mendapatkan teman selama jam istirahat atau kegiatan di luar kelas. Rasa percaya dirinya kembali dipupuk dengan memusatkan perhatian pada hal-hal yang menjadi kelebihan dan potensinya. Yang terakhir ini biasanya berjakan dengan sendirinya jika rasa aman sudah kembali dimiliki.

Bullying terjadi ketika seseorang merasa teraniaya, takut, terintimidasi, oleh tindakan seseorang baik secara verbal, fisik atau mental. Ia takut bila perilaku tersebut akan terjadi lagi, dan ia merasa tak berdaya mencegahnya. (Andrew Mellor, antibullying network, univ. of edinburgh, scotland)
Perilaku bullying di institusi pendidikan bisa terjadi oleh siswa kepada siswa, siswa kepada guru, guru kepada siswa, guru kepada guru, orang tua siswa kepada guru atau sebaliknya, dan antarcivitas akademika di institusi pendidikan/sekolah.

Bullying terjadi apabila memenuhi unsur:

1. Perilaku yang menyebabkan seseorang/ siswa/ guru terhina, terintimidasi, takut, terisolasi
2. Perilaku yang dilakukan berulang-ulang baik verbal, fisik, dan psikis, yang menimbulkan powerless
3. Adanya aktor yang superior dan inferior
4. Perilaku yang dilakukan berdampak negatif.

Bentuk dan Modus Bullying:

1. Fisik (tendangan, pukulan, jambakan, tinju, tamparan, lempar benda, meludahi, mencubit, merusak, membotaki, mengeroyok, menelanjangi, push up berlebihan, menjemur, mencuci WC, lari keliling lapangan yang berlebihan/ tidak mengetahui kondisi siswa, menyundut rokok, dll).
2. Verbal (mencaci maki, mengejek, memberi label/ julukan jelek, mencela, memanggil dengan nama bapaknya, mengumpat, memarahi, meledek, mengancam, dll).
3. Psikis (pelecehan seksual, memfitnah, menyingkirkan, mengucilkan, mendiamkan, mencibir, penghinaan, menyebarkan gosip).

Solusi terhadap Kasus Bullying

Pada tahun 2006 Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kasus kekerasan pada anak mencapai Rp 25 juta, dengan berbagai macam bentuk, dari yang ringan sampai yang berat. Lalu, data BPS tahun 2009 menunjukkan kepolisian mencatat, dari seluruh laporan kasus kekerasan, 30 persen di antaranya dilakukan oleh anak-anak, dan dari 30 persen kekerasan yang dilakukan anak-anak, 48 persen terjadi di lingkungan sekolah dengan motif dan kadar yang bervariasi.

Plan Indonesia sendiri pernah melakukan survei tentang perilaku kekerasan di sekolah. Survei dilakukan di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Bogor, dengan melibatkan 1.500 siswa SMA dan 75 guru. Hasilnya, 67,9 persen menganggap terjadi kekerasan di sekolah, berupa kekerasan verbal, psikologis, dan fisik. Pelaku kekerasan pada umumnya adalah teman, kakak kelas, adik kelas, guru, kepala sekolah, dan preman di sekitar sekolah. Sementara itu, 27,9 persen siswa SMA mengaku ikut melakukan kekerasan, dan 25,4 persen siswa SMA mengambil sikap diam saat melihat terjadi kekerasan.

Oleh karenanya, solusi yang bisa dilakukan untuk mencegah dan menangani kasus Bullying ini, antara lain:
Solusi buat orang tua atau wali orang tua jika anaknya menjadi korban intimidasi (bullying) di sekolah. Beberapa di antaranya:

1. Satukan Persepsi dengan Istri/Suami. Sangat penting bagi suami-istri untuk satu suara dalam menangani permasalahan yang dihadapi anak-anak di sekolah. Karena kalau tidak, anak akan bingung, dan justru akan semakin tertekan. Kesamaan persepsi yang dimaksud meliputi beberapa aspek, misalnya: apakah orang tua perlu ikut campur, apakah perlu datang ke sekolah, apakah perlu menemui orang tua pelaku intimidasi, termasuk apakah perlu lapor ke polisi.

2. Pelajari dan Kenali Karakter Anak Kita. Perlu kita sadari, bahwa satu satu penyebab terjadinya bullying adalah karena ada anak yang memang punya karakter yang mudah dijadikan korban. Saya sudah sampaikan tadi, salah satunya adalah sikap “cepat merasa bersalah”, atau penakut, yang dimiliki anak saya. Dengan mengenali karakter anak kita, kita akan bisa mengantisipasi berbagai potensi intimidasi yang menimpa anak kita, atau setidaknya lebih cepat menemukan solusi (karena kita menjadi lebih siap secara mental). Sekedar ilustrasi, anak saya yang kedua, sampai saat ini (sudah SMA) belum pernah menjadi korban intimidasi seperti yang dialami oleh kakaknya dulu.

3. Jalin Komunikasi dengan Anak. Tujuannya adalah anak akan merasa cukup nyaman (meskipun tentu saja tetap ada rasa tidak nyaman) bercerita kepada kita sebagai orang tuanya ketika mengalami intimidasi di sekolah. Ini menjadi kunci berbagai hal, termasuk untuk memonitor apakah suatu kasus sudah terpecahkan atau belum. Untuk saya sendiri, anak-anak lebih banyak/sering bercerita ke ibunya, meskipun kalau sudah sampai pada tahap pemecahan masalah, saya yang lebih banyak berperan.

4. Jangan Terlalu Cepat Ikut Campur. Idealnya, masalah antar anak-anak bisa diselesaikan sendiri oleh mereka, termasuk di dalamnya kasus-kasus bullying. Oleh karena itu, prioritas pertama memupuk keberanian dan rasa percaya diri pada anak-anak kita (yang menjadi korban intimidasi). Kalau anak kita punya kekurangan tertentu, terutama kekurangan fisik, perlu kita tanamkan sebuah kepercayaan bahwa itu merupakan pemberian Tuhan dan bukan sesuatu yang memalukan. Kedua, jangan terlalu “termakan” oleh ledekan teman, karena hukum di dunia ledek-meledek adalah “semakin kita terpengaruh ledekan teman, semakin senang teman yang meledek itu”.

5. Masuklah di Saat yang Tepat. Jangan lupa, bahwa seringkali anak kita sendiri (yang menjadi korban intimidasi) tidak senang kalau kita (orang tuanya) turut campur. Situasinya menjadi paradoksal: Anak kita menderita karena diintimidasi, tapi dia takut akan lebih menderita lagi kalau orang tuanya turut campur. Karena para pelaku bullying akan mendapat ‘bahan’ tambahan, yaitu mencap korbannya sebagai “anak mami”, cemen, dsb. Oleh karena itu, kita mesti benar-benar mempertimbangkan saat yang tepat ketika memutuskan untuk ikut campur menyelesaikan masalah. Ada beberapa indikator: (1) Kasus tertentu tak kunjung terselesaikan, (2) Kasus yang sama terjadi berulang-ulang, (3) Kalau kasusnya adalah pemerasan, melibatkan uang dalam jumlah cukup besar, (4) Ada indikasi bahwa prestasi belajar anak mulai terganggu.

6. Bicaralah dengan Orang yang Tepat. Jika sudah memutuskan untuk ikut campur dalam menyelesaikan masalah, pertimbangkan masak-masak apakah akan langsung berbicara dengan pelaku intimidasi, orang tuanya, atau gurunya. Seperti yang saya ceritakan di atas, kalau saya lebih suka untuk berbicara langsung dengan anak saya, pelaku intimidasi, dan sekaligus guru/wali kelasnya dalam satu kesempatan di sekolah. Saya cenderung untuk menghindari berbicara dengan orang tua pelaku intimidasi, karena khawatir masalahnya jadi melebar kemana mana dan situasi menjadi sangat emosional.

7. Kalau Perlu, Intimidasilah Pelaku Intimidasi. Menjadi pertanyaan memang, koq melawan intimidasi dengan intimidasi? Idealnya memang jangan melakukan itu, tapi kalau memang diperlukan, saya tak segan melakukannya. Pesan yang ingin saya sampaikan adalah: (1) Untuk anak saya, saya ingin dia tahu bahwa saya ada di sisinya, sehingga dia tidak merasa sendirian, (2) Untuk pelaku intimidasi, saya ingin dia tahu bahwa kalau dia melakukannya terus, dia akan berhadapan dengan saya, (3) Untuk guru/sekolah, saya ingin mereka tahu bahwa kalau sekolah/guru tidak bisa menyelesaikan masalah itu, maka saya akan ikut campur menyelesaikannya, dengan cara saya sendiri. Tentu saja pendekatan yang agak-agak bergaya ‘preman’ ini sebaiknya menjadi pilihan terakhir (sebelum lapor ke polisi, mungkin).

8. Jangan Ajari Anak Lari dari Masalah. Dalam beberapa kasus yang diceritakan teman-teman saya, anak-anak kadang merespon intimidasi yang dialaminya di sekolah dengan minta pindah sekolah. Kalau dituruti, itu sama saja dengan lari dari masalah. Jadi, sebisa mungkin jangan dituruti. Kalau ada masalah di sekolah, masalah itu yang mesti diselesaikan, bukan dengan ‘lari’ ke sekolah lain. Jangan lupa, bahwa kasus-kasus bullying itu terjadi hampir di semua sekolah.

9. Buah Simalakama? Makanlah Salah Satunya. Kadang-kadang kita dihadapkan pada dua situasi yang sama-sama buruk. Seperti kasus yang saya sampaikan tadi: (1) Anak kita menjadi korban, atau (2) Anak kita tidak mau menjadi korban dan melawannya dengan kekerasan. Saya tidak tahu bagaimana “teori”-nya, tapi ketika dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama buruk itu, saya memilih yang kedua, yaitu membiarkan anak saya melawan, meskipun dengan cara kekerasan.

10. Jangan Larut dalam Emosi. Ada yang bilang, “orang emosi selalu kalah”. Jadi, usahakan semaksimal mungkin untuk tidak larut dalam emosi, baik dalam bentuk “menangisi anak kita” (yang menjadi korban) maupun melabrak teman anak kita atau orang tuanya. Semua langkah yang kita ambil harus terkendali oleh akal sehat. Karena kalau tidak, masalah bisa melebar ke mana-mana. Dan kalau masalahnya sudah selesai, atau dianggap selesai, jangan diungkit-ungkit terus. Jadikan pelajaran, dan lupakan saja… Masih banyak persoalan lain yang menunggu.

Penanganan yang bisa dilakukan oleh guru:

1. Usahakan mendapat kejelasan mengenai apa yang terjadi. Tekankan bahwa kejadian tersebut bukan kesalahannya.
2. Bantu anak mengatasi ketidaknyamanan yang ia rasakan, jelaskan apa yang terjadi dan mengapa hal itu terjadi. Pastikan anda menerangkan dalam bahasa sederhana dan mudah dimengerti anak. JANGAN PERNAH MENYALAHKAN ANAK atas tindakan bullying yang ia alami.
3. Mintalah bantuan pihak ketiga (guru atau ahli profesional) untuk membantu mengembalikan anak ke kondisi normal, jika dirasakan perlu. Untuk itu bukalah mata dan hati Anda sebagai orang tua. Jangan tabu untuk mendengarkan masukan pihak lain.
4. Amati perilaku dan emosi anak anda, bahkan ketika kejadian bully yang ia alami sudah lama berlalu (ingat bahwa biasanya korban menyimpan dendam dan potensial menjadi pelaku di kemudian waktu). Bekerja samalah dengan pihak sekolah (guru). Mintalah mereka membantu dan mengamati bila ada perubahan emosi atau fisik anak anda. Waspadai perbedaan ekspresi agresi yang berbeda yang ditunjukkan anak anda di rumah dan di sekolah (ada atau tidak ada orang tua / guru / pengasuh).
5. Binalah kedekatan dengan teman-teman anak anda. Cermati cerita mereka tentang anak anda. Waspadai perubahan atau perilaku yang tidak biasa.
6. Minta bantuan pihak ke tiga (guru atau ahli profesional) untuk menangani pelaku.

Pencegahan buat anak yang menjadi korban bullying:

1. Bekali anak dengan kemampuan untuk membela dirinya sendiri, terutama ketika tidak ada orang dewasa/ guru/ orang tua yang berada di dekatnya. Ini berguna untuk pertahanan diri anak dalam segala situasi mengancam atau berbahaya, tidak saja dalam kasus bullying. Pertahanan diri ini dapat berbentuk fisik dan psikis.

 Pertahanan diri Fisik : bela diri, berenang, kemampuan motorik yang baik (bersepeda, berlari), kesehatan yang prima.
 Pertahanan diri Psikis : rasa percaya diri, berani, berakal sehat, kemampuan analisa sederhana, kemampuan melihat situasi (sederhana), kemampuan menyelesaikan masalah.

2. Bekali anak dengan kemampuan menghadapi beragam situasi tidak menyenangkan yang mungkin ia alami dalam kehidupannya. Untuk itu, selain kemampuan mempertahankan diri secara psikis seperti yang dijelaskan di no. 1a. Maka yang diperlukan adalah kemampuan anak untuk bertoleransi terhadap beragam kejadian. Sesekali membiarkan (namun tetap mendampingi) anak merasakan kekecewaan, akan melatih toleransi dirinya.

3. Walau anak sudah diajarkan untuk mempertahankan diri dan dibekali kemampuan agar tidak menjadi korban tindak kekerasan, tetap beritahukan anak kemana ia dapat melaporkan atau meminta pertolongan atas tindakan kekerasan yang ia alami (bukan saja bullying). Terutama tindakan yang tidak dapat ia tangani atau tindakan yang terus berlangsung walau sudah diupayakan untuk tidak terulang.

4. Upayakan anak mempunyai kemampuan sosialisasi yang baik dengan sebaya atau dengan orang yang lebih tua. Dengan banyak berteman, diharapkan anak tidak terpilih menjadi korban bullying karena :

a. Kemungkinan ia sendiri berteman dengan pelaku, tanpa sadar bahwa temannya pelaku bullying pada teman lainnya.
b. Kemungkinan pelaku enggan memilih anak sebagai korban karena si anak memiliki banyak teman yang mungkin sekali akan membela si anak.
c. Sosialisasi yang baik dengan orang yang lebih tua, guru atau pengasuh atau lainnya, akan memudahkan anak ketika ia mengadukan tindakan kekerasan yang ia alami.

Penanganan buat anak yang menjadi pelaku Bullying:

1. Segera ajak anak bicara mengenai apa yang ia lakukan. Jelaskan bahwa tindakannya merugikan diri dan orang lain. Upayakan bantuan dari tenaga ahlinya agar masalah tertangani dengan baik dan selesai dengan tuntas.
2. Cari penyebab anak melakukan hal tersebut. Penyebab menjadi penentu penanganan. Anak yang menjadi pelaku karena rasa rendah diri tentu akan ditangani secara berbeda dengan pelaku yang disebabkan oleh dendam karena pernah menjadi korban.Demikian juga bila pelaku disebabkan oleh agresifitasnya yang berbeda.
3. Posisikan diri untuk menolong anak dan bukan menghakimi anak.

Solusi lain:
Blaming the Victim
Masalah bullying adalah masalah kita semua. Pemerintah, polisi, politisi, masyarakat, guru, orang tua, dan siswa, mestinya memiliki kepedulian bersama dalam menyelesaikan masalah bullying ini. Sayangnya, tidak sedikit orang yang menganggap masalah bullying sebagai masalah pelajar itu sendiri. Karenanya, mereka selalu menganggap pelajar sebagai biang masalah. Ini merupakan sikap dan tindakan yang dikenal dengan blaming the victim (menyalahkan korban).

Blaming the victim, sebenarnya mirip dengan cerita petani yang menemukan buah anggur yang ranum di atas pohon. Tapi, pohonnya sangat tinggi. Sementara, si petani tidak bisa memanjat pohon itu. Lalu si petani mencari bambu untuk memetiknya. Tapi, dia tidak menemukan bambu panjang yang bisa mencapai buah anggur. Tak kehabisan akal, si petani melempari anggur dengan batu. Tapi tidak ada yang kena. Akhirnya, si petani meninggalkannya, sambil bergumam, ”Hmmm, anggur itu pasti rasanya masam.”
Blaming the victim, makanya perlu dihindari. Karena bukannya menyelesaikan masalah, melainkan menghindar dari masalah. Blaming the victim, merupakan wujud dari ketidakmampuan (atau ketidakmauan?) seseorang dalam menyelesaikan masalah.

Dari Masalah ke Akar Masalah

Selain blaming the victim, problem lain yang menghambat penyelesaian bullying adalah terpaku kepada masalah, tanpa menyadari penyebab yang menjadi akar masalah. Padahal, mengetahui dan menyelesaikan akar suatu masalah, merupakan salah satu teknik problem solving yang jitu. Penyelesaian suatu kasus tanpa menyelesaikan akar masalahnya akan sia-sia belaka. Kalaupun berhasil, sifatnya hanya sementara. Setelah itu, tidak lama kemudian akan muncul lagi.

Khalifah Umar bin Khattab, pernah mengajarkan teknik problem solving dengan berorientasi kepada penyelesaian akar masalah. Konon suatu hari, seseorang dilaporkan kepada Sang Khalifah karena telah mencuri. Si pelapor meminta kepada khalifah untuk menjatuhkan hukuman yang seberat-beratnya kepada si pencuri. Khalifah Umar bin Khattab tahu bahwa potong tangan merupakan sanksi bagi si pencuri. Tetapi, beliau ternyata tidak menghukumnya, setelah tahu bahwa kelaparan dan paceklik menjadi penyebab orang itu mencuri. Akhirnya si pencuri dibebaskan. Selanjutnya, sebagai khalifah, dia berusaha untuk membuat program yang mensejahterakan rakyatnya. Hasilnya, pencurian dan kriminalitas tidak lagi terdengar di kalangan rakyatnya. Karena, kelaparan dan paceklik, yang menjadi akar masalah, sudah diselesaikannya.
Apa yang dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khattab, perlu ditiru oleh siapapun yang akan menyelesaikan masalah kekerasan di kalangan pelajar. Umar bin Khattab tidak langsung menghukum si pencuri. Melalui otaknya yang jenius serta hatinya yang tenang, beliau menangkap sinyal ketidakberesan di tengah-tengah masyarakatnya.

Demikian juga dalam menghadapi kasus bullying. Tidak cukup hanya menghukum para pelajar yang melakukannya. Sebab, banyak faktor yang dapat dihubungkan sebagai akar masalah yang menjadi penyebab terjadinya bullying. Misalnya, sistem pendidikan yang tidak membebaskan, suasana belajar yang tidak kondusif, langkanya keteladanan guru dan pelajar senior, pengaruh negatif media massa, keluarga yang broken home, serta masih banyak faktor penyebab lainnya.

Tidak heran, jika banyak orang berpendapat bahwa menyelesaikan masalah bullying tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karena akar masalahnya tidak tunggal; banyak dan kompleks. Akan tetapi, walaupun rumit, kita perlu mencari jalan keluarnya. Allah Swt. dalam Al-Qur’an Surat Alam Nasyrah [94]: 5-6 menegaskan: ”Sesungguhnya di dalam kesulitan pasti ada kemudahan. Dan sesungguhnya di dalam kesulitan pasti ada kemudahan”.

Komunikasi, Muara Solusi

Menyelesaikan kasus bullying sesungguhnya bisa dimulai dengan cara membangun komunikasi yang terbuka antara guru, orang tua dan murid. Selama ini, komunikasi di antara mereka seringkali tidak berjalan dengan baik dan efektif. Orang tua, misalnya jarang memberi perhatian terhadap anaknya, baik di rumah atau di sekolah. Mereka, mungkin terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan, sehingga tidak sempat (atau tidak mau menyempatkan diri) berkomunikasi dengan anak dan pihak sekolah. Sementara itu, di sekolah, guru cenderung ingin didengarkan murid. Komunikasi yang dibangun hanya satu arah. Tidak banyak guru yang memposisikan dirinya sebagai fasilitator atau mitra berbagi dengan murid. Sedangkan murid-murid lebih suka mengambil jalan sendiri, dan tidak tahu kepada siapa dia harus berkomunikasi.
Oleh karena itu, komunikasi sangat penting dalam membangun suasana yang sejuk dan damai. Komunikasi menjadi semacam muara bagi solusi atas kasus-kasus kekerasan di kalangan pelajar. Kesediaan semua pihak, terutama orang tua, guru dan murid, untuk menjalin komunikasi yang positif, terbuka, dan jujur, akan membuka jalan menuju solusi yang efektif dalam menyelesaikan kasus bullying. Pertanyaannya sekarang, seperti bunyi iklan sebuah vendor komunikasi, ”Mau?”.

Cara paling ideal untuk mencegah terjadinya bullying :

• Mengajarkan kemampuan asertif, yaitu kemampuan untuk menyampaikan pendapat atau opini pada orang lain dengan cara yang tepat. Hal ini termasuk kemampuan untuk mengatakan TIDAK atas tekanan-tekanan yang didapatkan dari teman/pelaku bullying.
• Sekolah meningkatkan kesadaran akan adanya perilaku bullying (tidak semua anak paham apakah sebenarnya bullying itu) dan bahwa sekolah memiliki dan menjalankan kebijakan anti bullying. Murid harus bisa percaya bahwa jika ia menjadi korban, ia akan mendapatkan pertolongan. Sebaliknya, jika ia menjadi pelaku, sekolah juga akan bekerjasama dengan orangtua agar bisa bersama-sama membantu mengatasi permasalahannya.
• Memutus lingkaran konflik dan mendukung sikap bekerjasama antar anggota komunitas sekolah, tidak hanya interaksi antar murid dalam level yang sama tapi juga dari level yang berbeda.

Cara mencegah supaya anak tidak menjadi pelaku bullying :

Perilaku ini sebenarnya bisa dicegah jika sekolah dan orangtua memiliki pemahaman yang menyeluruh mengenai anak. Kunci utama dari antisipasi masalah disiplin dan bullying adalah hubungan yang baik dengan anak. Hubungan yang baik akan membuat anak terbuka dan percaya bahwa setiap masalah yang dihadapinya akan bisa diatasi dan bahwa orangtua dan guru akan selalu siap membantunya. Dari sinilah anak kemudian belajar untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang tepat.

Cara bagaimana supaya anak tidak menjadi korban bullying :

Hal ini berkaitan erat dengan konsep diri anak. Jika anak memiliki konsep diri yang baik, dalam arti mengenal betul kelebihan dan kekurangan dirinya, ia tidak akan terganggu dengan tekanan-tekanan dari teman-teman atau pelaku bullying. Biasanya jika korban atau calon korban tidak menggubris, pelaku bullying tidak akan mendekatinya lagi.
Yang penting juga adalah membekali anak dengan keterampilan asertif, sehingga bisa memberikan pesan yang tepat pada pelaku bahwa dirinya bukan pihak yang bisa dijadikan korban.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto menawarkan konsep pembentukan karakter bagi para siswa. Terutama dalam meningkatkan rasa kepekaan terhadap sesama. “Mereka itu perlu pembentukan suatu karakter atau perilaku untuk bisa pahami orang lain, saya bilang coba anak-anak sekolah itu bawa ke tempat orang miskin dan tempat umum agar mereka tergugah bahwa ada lingkungan yang tidak sebaik mereka,” kata Prijanto di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jumat (28/10/2011).
Sementara itu hasil diskusi Bullying di THE CENTER FOR THE BETTERMENT OF EDUCATION, SAVE THE CHILDREN, Jakarta 12 Januari 2010, untuk ikut memberikan beberapa solusi dan rekomendasi dalam rangka mengurangi bullying di sekolah anak anak kita, yaitu:

Pencegahan Bullying Secara Preventif :

1. Sosialisasi antibullying kepada siswa, guru, orang tua siswa, dan segenap civitas akademika di sekolah.
2. Penerapan aturan di sekolah yang mengakomodasi aspek antibullying.
3. Membuat aturan antibullying yang disepakati oleh siswa, guru, institusi sekolah dan semua civitas akademika institusi pendidikan/ sekolah.
4. Penegakan aturan/sanksi/disiplin sesuai kesepakatan institusi sekolah dan siswa, guru dan sekolah, serta orang tua dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur pemberian sanksi.
5. Membangun komunikasi dan interaksi antarcivitas akademika.
6. Meminta Depdiknas memasukkan muatan kurikulum pendidikan nasional yang sesuai dengan tahapan perkembangan kognitif anak/siswa agar tidak terjadi learning difficulties.
7. Pendidikan parenting agar orang tua memiliki pola asuh yang benar.
8. Mendesak Depdiknas memasukkan muatan kurikulum institusi pendidikan guru yang mengakomodasi antibullying.
9. Muatan media cetak, elektronik, film, dan internet tidak memuat bullying dan mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengawasi siaran yang memasukkan unsur bullying.
10. Perlunya kemudahan akses orang tua atau publik, lembaga terkait, ke institusi pendidikan/sekolah sebagai bentuk pengawasan untuk pencegahan dan penyelesaian bullying atau dibentuknya pos pengaduan bullying.

Solusi Ketika Telah Terjadi Bullying:

1. Pendekatan persuasive, personal, melalui teman (peer coaching).
2. Penegakan aturan/sanksi/disiplin sesuai kesepakatan institusi sekolah dan siswa, guru dan sekolah, serta orang tua dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur pemberian sanksi, lebih ditekankan pada penegakan sanksi humanis dan pengabdian kepada masyarakat (student service).
3. Dilakukan komunikasi dan interaksi antar pihak pelaku dan korban, serta orangtua.
4. Ekspose media yang memberikan penekanan munculnya efek negatif terhadap perbuatan bullying sehingga menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar tidak melakukan perbuatan serupa.

Sumber : https://nsholihat.wordpress.com/tag/cara-mengatasi-bullying/
Read More

Arti kode label pada kemasan plastik yang berbentuk segitiga daur ulang

Tidak ada komentar:
Arti kode label kemasan plastik sudah seharusnya kita kenal. Dengan mengenal kode dan label pada kemasan plastik kita dapat menggunakan kemasan plastik dengan tepat dan meminimalisir dampak negatif plastik pada kesehatan maupun dampak pada lingkungan.

Setiap kemasan plastik, seharusnya memiliki kode atau label yang tertera dengan jelas. Biasanya terletak di bagian bawah kemasan plastik.

Kode atau label pada kemasan plastik berbentuk gambar segitiga daur ulang (3 R) dengan angka di tengahnya. Kode dan label selengkapnya sebagai berikut :


k negara China.

Other; Kemamsan ini berlabel angka 7 dalam segitiga. Kemasan plastik ini biasanya terbuat dari SAN (styrene acrylonitrile), ABS (acrylonitrile butadiene styrene), PC (polycarbonate), dan Nylon. Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan.

SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. PC (Polycarbonate) dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula.

SAN dan ABS dapat digunakan untuk tempat makanan. PC Dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas. Dianjurkan tidak digunakan untuk tempat makanan ataupun minuman

Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas.

Dengan mengenal arti kode atau label pada kemasan plastik, kita akan dapat memilih dan menggunakan plastik sesuai kebutuhan sehingga mampu menimalisir sampah dan dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan.


Read More

Betapa Buruknya Dampak Mirasantika, Narkoba dan Jenis-jenisnya #NyalaUntukYuyun

Tidak ada komentar:

Seorang pemuda ahli ibadah pada suatu saat dijebak oleh seorang wanita. Dalam perjalanannya dia dikelabui seseorang suruhan wanita tersebut hingga memasuki rumahnya. Setelah berada di dalam dan semua pintu keluar dikunci, pemuda itu ditawari tiga hal oleh wanita tersebut.

“Aku memberimu tiga pilihan untuk kau bisa keluar dari rumah ini, kau gauli aku, kau bunuh bayi ini, atau kau minum khar (minuman keras) ini”, kata si wanita. “Jika kau memaksa keluar dari rumah ini, aku akan teriak kalau kau berniat jahat kepadku. Siapa yang akan mempercayaimu?” lanjut wanita itu.

Takut mendapat fitnah kalau memaksa keluar, pemuda itu memikirkan tiga pilihan yang ditawarkan. Jika dia bunuh bayi aka ada nyawa melayang; jika dia berzina dosanya sangat besar; minum khamr adalah haram. Setelah berfikir dia akhirnya memilih meminum khamr dengan pertimbangan hanya dia sendiri yang akan menanggung akibatnya.

Pemuda itupun minum khamr. Setelah beberapa tenggak mabuklah dia.  Wanita penjebak di depannya terlihat sangat menarik baginya sekarang. Dalam keadaan mabuk digaulinya wanita itu, setan sudah merasuki dirinya. Setelah berzina, setan masih belum puas menguasainya, dibujuknya pemuda itu untuk membunuh bayi yang ada di rumah itu. Dalam kondisi hilang kesadaran akibat khamr pemuda itupun menuruti semua bisikan setan itu.

Khamr dalam segala macam bentuknya (termasuk narkoba) dapat mengakibatkan seseorang yang meminum/menggunakannya kehilangan kesadarannya. Dia tidak bisa lagi menguasai apalagi mengendalikan dirinya. Otaknya sudah tidak bisa bekerja, padahal itulah pembeda dia sebagai manusia dengan binatang.

Kisah di atas cukup masyur; oleh para ulama sering dijadikan contoh pelajaran buruknya khamr. Dan sejarah pun berulang. Saat ini sudah sering kita saksikan atau dengar berita terjadinya kejahatan akibat mabuk. Tawuran pemuda dan tawuran antar kampung hinga ada korban tewas, oknum aparat yang menembak orang tak bersalah, suami yang menganiaya istri atau anaknya, tindak perkosaan,  menabrak belasan pejalan kaki tak berdosa hingga sembilan orang meninggal dan masih banyak lagi.

Termasuk yang terbaru saat ini adalah kasus pemerkosaan yang dialami seorang gadis berusia sekitar 14 tahun. Kisah tragis siswi SMP di Bengkulu yang diperkosa hingga tewas membangkitkan simpati masyarakat. Tagar #NyalaUntukYuyun kembali menjadi trending topic Twitter hari ini.

Tagar ini respon atas tertangkapnya 12 pelaku dari 14 pelaku pemerkosaan sudah ditangkap polisi. Berdasarkan pengakuan para anak ABG itu, mereka sempat mengonsumsi minuman keras jenis tuak di rumah salah satu ABG itu sebelum melakukan tindakan asusila itu.

Sebagai orang tua yang memiliki anak perempuan tentunya bisa merasakan sekali apa yang dirasakan orang tua Yuyun dan keluarga, betapa geram, sakit, sedih dan lain sebagainya. Anak yang selama ini dirawat penuh kasih sayang dari mengandung 9 bulan sampai masuk usia remaja harus meninggal dalam keadaan seperti itu.
Suatu tindakan yang diluar batas sebagai manusia.

Tidak ada kata lagi selain Tinggalkan, Berantas dan Perang terhadap Mirasantika, Narkoba dan Sejenisnya. Mulainya dari mana ? yuk mulai dari keluarga masing-masing.


Read More

Hari Pendidikan Nasional : Nafak Tilas Ki Hajar Dewantara

Tidak ada komentar:

Biografi Ki Hajar Dewantara - Pahlawan Indonesia. Tokoh berikut ini dikenal sebagai pelopor pendidikan untuk masyarakat pribumi di Indonesia ketika masih dalam masa penjajahan Kolonial Belanda. Mengenai profil Ki Hajar Dewantara sendiri, beliau terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang kemudian kita kenal sebagai Ki Hadjar Dewantara. Beliau sendiri lahir di Kota Yogyakarta, pada tanggal 2 Mei 1889, Hari kelahirannya kemudian diperingati setiap tahun oleh Bangsa Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional. Beliau sendiri terlahir dari keluarga Bangsawan, ia merupakan anak dari GPH Soerjaningrat, yang merupakan cucu dari Pakualam III. Terlahir sebagai bangsawan maka beliau berhak memperoleh pendidikan untuk para kaum bangsawan.

Mulai Bersekolah dan Menjadi Wartawan
Ia pertama kali bersekolah di ELS yaitu Sekolah Dasar untuk anak-anak Eropa/Belanda dan juga kaum bangsawan. Selepas dari ELS ia kemudian melanjutkan pendidikannya di STOVIA yaitu sekolah yang dibuat untuk pendidikan dokter pribumi di kota Batavia pada masa kolonial Hindia Belanda, yang kini dikenal sebagai fakultas kedokteran Universitas Indonesia. Meskipun bersekolah di STOVIA, Ki Hadjar Dewantara tidak sampai tamat sebab ia menderita sakit ketika itu.

Ki Hadjar Dewantara cenderung lebih tertarik dalam dunia jurnalistik atau tulis-menulis, hal ini dibuktikan dengan bekerja sebagai wartawan dibeberapa surat kabar pada masa itu, antara lain, Sediotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Gaya penulisan Ki Hadjar Dewantara pun cenderung tajam mencerminkan semangat anti kolonial. Seperti yang ia tuliskan berikut ini dalam surat kabar De Expres pimpinan Douwes Dekker :
 ..Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Ide untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun baginya.
Tulisan tersebut kemudian menyulut kemarahan pemerintah Kolonial Hindia Belanda kala itu yang mengakibatkan Ki Hadjar Dewantara ditangkap dan kemudian ia diasingkan ke pulau Bangka dimana pengasingannya atas permintaannya sendiri. Pengasingan itu juga mendapat protes dari rekan-rekan organisasinya yaitu Douwes Dekker dan Dr. Tjipto Mangunkusumo yang kini ketiganya dikenal sebagai 'Tiga Serangkai'. Ketiganya kemudian diasingkan di Belanda oleh pemerintah Kolonial.

Masuk Organisasi Budi Utomo
Berdirinya organisasi Budi Utomo sebagai organisasi sosial dan politik kemudian mendorong Ki Hadjar Dewantara untuk bergabung didalamnya, Di Budi Utomo ia berperan sebagai propaganda dalam menyadarkan masyarakat pribumi tentang pentingnya semangat kebersamaan dan persatuan sebagai bangsa Indonesia. Munculnya Douwes Dekker yang kemudian mengajak Ki Hadjar Dewantara untuk mendirikan organisasi yang bernama Indische Partij yang terkenal.

Di pengasingannya di Belanda kemudian Ki Hadjar Dewantara mulai bercita-bercita untuk memajukan kaumnya yaitu kaum pribumi. ia berhasil mendapatkan ijazah pendidikan yang dikenal dengan nama Europeesche Akte atau Ijazah pendidikan yang bergengsi di belanda. Ijazah inilah yang membantu beliau untuk mendirikan lembaga-lembaga pendidikan yang akan ia buat di Indonesia. Di Belanda pula ia memperoleh pengaruh dalam mengembangkan sistem pendidikannya sendiri.


Pada tahun 1913, Ki Hadjar Dewantara kemudian mempersunting seorang wanita keturunan bangsawan yang bernama Raden Ajeng Sutartinah yang merupakan putri paku alaman, Yogyakarta. Dari pernikahannya dengan R.A Sutartinah, Ki Hadjar Dewantara kemudian dikaruniai dua orang anak bernama Ni Sutapi Asti dan Ki Subroto Haryomataram. Selama di pengasingannya, istrinya selalu mendampingi dan membantu segala kegiatan suaminya terutama dalam hal pendidikan.

Kembali Ke Indonesia dan Mendirikan Taman Siswa
Kemudian pada tahun 1919, ia kembali ke Indonesia dan langsung bergabung sebagai guru di sekolah yang didirikan oleh saudaranya. Pengalaman mengajar yang ia terima di sekolah tersebut kemudian digunakannya untuk membuat sebuah konsep baru mengenai metode pengajaran pada sekolah yang ia dirikan sendiri pada tanggal 3 Juli 1922, sekolah tersebut bernama Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa yang kemudian kita kenal sebagai Taman Siswa.

Di usianya yang menanjak umur 40 tahun, tokoh yang dikenal dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat resmi mengubah namanya menjadi Ki Hadjar Dewantara, hal ini ia maksudkan agar ia dapat dekat dengan rakyat pribumi ketika itu. 

Semboyan Ki Hadjar Dewantara
Ia pun juga membuat semboyan yang terkenal yang sampai sekarang dipakai dalam dunia pendidikan Indonesia yaitu :
-Ing ngarso sung tulodo (di depan memberi contoh).
-Ing madyo mangun karso, (di tengah memberi semangat).
-Tut Wuri Handayani, (di belakang memberi dorongan).

Penghargaan Pemerintah Kepada Ki Hadjar Dewantara
Selepas kemerdekaan Bangsa Indonesia pada tahun 1945, Ki Hadjar Dewantara kemudian diangkat oleh Presiden Soekarno sebagai Menteri pengajaran Indonesia yang kini dikenal dengan nama Menteri Pendidikan. Berkat jaa-jasanya, ia kemudian dianugerahi Doktor Kehormatan dari Universitas Gadjah Mada.


Selain itu ia juga dianugerahi gelar sebagai Bapak Pendidikan Nasional dan juga sebagai Pahlawan Nasional oleh presiden Soekarno ketika itu atas jasa-jasanya dalam merintis pendidikan bangsa Indonesia. Selain itu, pemerintah juga menetapkan tanggal kelahiran beliau yakni tanggal 2 Mei diperingati setiap tahun sebagai Hari Pendidikan Nasional. Ki Hadjar Dewantara Wafat pada tanggal 26 April 1959 di Yogyakarta dan dimakamkan di Taman Wijaya Brata. Wajah beliau diabadikan pemerintah kedalam uang pecahan sebesar 20.000 rupiah.



Read More

Aksi Sederhana Para Remaja Di Lingkungan Kami Yang Peduli Lingkungannya

1 komentar:
Foto Muara Wangi 1 :

Mewarnai Ember Bekas Cat Menjadi Lebih Bagus Untuk Dijadikan Tempat Sampah. 


Foto Muara Wangi 1: 

Perlombaan Mewarnai Kaleng Bekas Susu Formula Anak-Anak.

 Hasil Karyanya Akan Di Bagikan 
Ke Setiap Anak Yang Ikut Lomba 
dan Akan Di Pergunakan Untuk Celengan Anak Yatim 
Yang Akan Di Bagikan Tiap Bulannya.


Foto Muara Wangi 2 : 

Proses Perlombaan Yang Di Ikuti Anak-Anak Kecil 
Berlangsung Cukup Meriah 
Di Suport Langsung Oleh Ibu Masing-Masing.


Foto Muara Wangi 3 :

Inilah Beberapa Hasil Karyanya, Penuh Dengan Warna Warni Yang Lucu Khas Anak-Anak.

Foto Muara Wangi 4 :

Acara Ditutup Pembagian Hadiah Lomba Mewarnai 
dan Pegelaran Seni Dan Budaya Tradisional.

Semoga Aksi Sederhana Ini Dapat Membawa Dampak Kebaikan Untuk Lingkungan Sekitarnya Khususnya, 
dan Siapapun Yang Peduli Terhadap Lingkungan Umumnya.

Karena Untuk Mulai Peduli Pada Lingkungan Sekitar ,
Jangan Berpikir Yang Besar Terlebih Dahulu, 
Tapi Mulailah Dari Hal Yang Kecil, Hal Yang Sederhana, 
dan Dari Diri Kita Terlebih Dulu.







Read More

Selamat Hari Bumi

Tidak ada komentar:
Sebuah Renungan Indah Tentang Alam Semesta dan Yang Rakus Mengeksploitasi Alam 
Dari Nevy James Tonggiroh Foundation 

.: Bumi Ini Berharga :.: 

Bagaimana Tuan dapat membeli atau menjual
Langit dan kehangatan tanah?
Gagasan ini aneh bagi kami
Kalau kami tidak memiliki udara yang segar
Dan air yang bergemericik
Bagaimana Tuan dapat membelinya?

Tahun 1854,”Pemimpin Besar Orang Kulit Putih” yang berkedudukan di Washington menyatakan keinginannya untuk membeli tanah milik orang Indian yang luas dan berjanji akan memberi mereka “tanah perlindungan”.

Jawaban Kepala Suku Seattle berikut dianggap sebagai pernyataan mengenai lingkungan hidup paling indah yang pernah dibuat.

-Semuanya Keramat-


Bagi bangsa saya, setiap bagian dari bumi ini adalah keramat. Dalam ingatan dan pengalaman bangsa saya, setiap pucuk daun cemara yang berkilauan, setiap pantai berpasir, setiap kabut yang menyelimuti hutan nan gelap, setiap jengkal tanah terbuka dan serangga yang bergumam adalah sakral. Sari kehidupan yang mengalir di dalam pepohonan menyimpan ingatan orang kulit merah.

Orang kulit putih yang mati, ketika mereka berjalan di antara bintang, tidak ingat lagi dimana tanah kelahirannya. Bagi kami, orang mati tidak pernah melupakan bumi yang indah ini, karena bumi adalah ibunda orang kulit merah.

Kami adalah bagian dari bumi dan bumi adalah bagian dari kami. Bunga-bunga semerbak wangi adalah saudara perempuan kami. Rusa, kuda, elang besar adalah saudara laki-laki kami. Tebing berbatu, sari bunga yang ada di lembah, kehangatan tubuh kuda dan manusia semuanya adalah keluarga.

-Tidak Mudah-


Jadi, jika Pemimpin Besar di Washington mengajukan keinginan hendak membeli tanah kami, niat itu kami anggap sungguh penting. Pemimpin Besar memberi kabar kalau ia akan memberi tempat bagi kami, sehingga kami dapat hidup dengan sejahtera.

Ia akan menjadi ayah kami dan dan kami menjadi putra putrinya. Oleh sebab itu kami akan mempertimbangkan keinginan untuk membeli tanah kami. Tetapi hal ini tidak akan mudah terlaksana, sebab bagi kami tanah ini keramat. Air berkilauan yang mengalir di sungai-sungai bukanlah sekedar air, melainkan darah nenek moyang kami.

Kalau kami sampai menjual tanah kepada Tuan, harus diingat kalau tanah itu keramat. Tuan harus mengajari anak-anak Tuan kalau tanah itu suci, dimana setiap pantulan yang samar-samar di dalam air jernih danau menceritakan kejadian-kejadian dan ingatan pada kehidupan bangsa kami. Kecepak air adalah suara ayah dari ayah kami.

-Kebaikan-


Sungai-sungai adalah saudara laki-laki kami. Mereka mengatasi dahaga kami. Sungai mengangkut kano-kano kami dan memberi makan anak-anak kami. Jika kami menjual tanah kepada Tuan maka Tuan harus ingat mengajari anak-anak Tuan kalau sungai adalah saudara laki-laki kami, seperti layaknya Tuan memberi keramahan yang pantas kepada saudara laki-laki.

Kami tahu bangsa kulit putih tidak memahami tata kehidupan kami. Satu bagian tanah dianggap sama dengan bagian lain, karena ia adalah orang asing yang tiba pada malam hari, kemudian mengambil tanah yang ia butuhkan. Tanah bukanlah saudara laki-lakinya tetapi musuh. Jika ia telah menguasai tanah tersebut maka iapun akan melanjutkan perjalanannya.

Ia meninggalkan kuburan ayahnya dengan tak acuh. Ia menjarah bumi milik anak-anak dengan tak acuh. Kuburan ayahnya dan hak hidup anak-anaknya dilupakan. Ibunya, yaitu bumi dan saudara laki-lakinya, yaitu langit, diperlakukan sebagai barang dagangan yang dapat dibeli, dirampok dan dijual seperti kambing atau manik-manik yang berwarna cerah. Nafsunya akan menelan bumi dan hanya meninggalkan padang pasir.

Saya tidak tahu. Jalan kami berbeda dengan jalan Tuan. Pemandangan kota-kota tuan menyakitkan mata orang kulit merah. Mungkin karena orang kulit merah adalah orang biadab yang tidak mengerti.

Tidak ada satu tempatpun yang tenang di kota-kota orang kulit putih. Tidak ada tempat untuk melihat mekarnya daun pada musim semi atau gesekan sayap serangga. Mungkin saja karena saya orang yang biadab dan bodoh. Kebisingan kota hanya mengusik telinga, dan apalah artinya kehidupan jika orang tidak dapat mendengar teriakan kesepian burung whippoorwil atau celoteh katak di sekeliling kolam pada malam hari? Saya hanyalah seorang kulit merah yang tidak tahu apa-apa.

Orang Indian lebih menyenangi suara lembut dan aroma angin yang berdesir di atas permukaan kolam, yang dibersihkan oleh hujan siang hari, yang diimbuhi wewangian dari pohon cemara.

-Berharga-


Udara sangat berharga bagi orang kulit merah, karena semua berbagi nafas dengannya, binatang, pohon, dan manusia. Orang kulit putih tidak memperhatikan udara yang dihirup. Seperti orang yang sudah mati beberapa hari, ia kebal dengan bau busuk
.
Jika tanah ini kami jual kepada Tuan, Tuan harus ingat kalau udara sangat penting bagi kami, kalau udara membagi esensinya dengan semua yang ia tunjang kehidupannya. Angin yang memberi nafas pertama kepada kakek kami juga menerima nafas terakhir darinya. Jika kami menjual tanah kepada Tuan, Tuan harus memisahkan dan memuliakannya sebagai tempat di mana orang kulit putihpun dapat menikmati angin, yang dipermanis oleh aroma bebungaan padang rumput.

-Satu Syarat-


Jadi kami akan mempertimbangkan permintaan Tuan untuk membeli tanah kami. Jika kami setuju, saya mau mengajukan satu syarat. Orang kulit putih harus memperlakukan binatang-binatang di atas tanah ini sebagai saudara laki-laki. Saya orang biadab dan saya tidak mengerti cara lainnya.

Saya telah melihat ribuan kerbau yang membusuk di padang rumput, ditinggalkan begitu saja oleh orang kulit putih yang menembakinya dari kereta api yang sedang berjalan. Saya orang biadab dan tidak mengerti betapa kuda besi berasap dianggap lebih penting daripada kerbau yang kami bunuh demi hanya untuk menyambung kehidupan.

Apalah artinya manusia tanpa binatang? Jika semua binatang punah, manusia akan mati karena kesepian yang luar biasa. Karena apapun yang terjadi pada binatang akan terjadi pula secara cepat pada manusia. Semua hal saling bertalian.

-Abu-


Tuan harus mengajari anak-anak Tuan kalau tanah di bawah telapak kaki mereka adalah abu dari kakek-kakek Tuan. Agar mereka menghargai tanah, ceritakanlah kepada mereka kalau bumi ini kaya dengan kehidupan. Ajarkanlah kepada anak-anak Tuan seperti kami mengajarkan kepada anak-anak kami, bahwa bumi adalah ibu kita. Apa yang terjadi pada bumi akan terjadi pada anak-anak kami. Jika orang meludahi tanah maka ia meludahi dirinya sendiri.

Yang kami ketahui bumi tidak dimiliki orang. Oranglah yang dimiliki bumi. Kami tahu, semua hal saling bertalian. Seperti darah yang menyatukan keluarga. Apa yang terjadi dengan bumi akan terjadi pada anak-anak kami. Manusia tidak merajut jaring-jaring kehidupan. Ia hanyalah bagian kecil dari padanya. Apa yang ia perbuat terhadap jaring kehidupan adalah tindakan yang dilakukan terhadap dirinya sendiri. Bahkan orang kulit putih, yang Tuhannya berjalan dan berbicara dengannya seperti teman kepada teman tidak dapat dikecualikan dari nasib bersama.

Kita semua akhirnya bersaudara. Kita akan melihatnya. Satu hal yang kita ketahui, yang pada suatu hari akan disadari pula oleh orang kulit putih, Tuhan kita adalah Tuhan yang sama.
Sekarang Tuan boleh berpendapat bahwa Tuan memiliki Dia, sebagaimana Tuan ingin memiliki tanah kami. Tetapi tidak mungkin Tuan memiliki Dia sendiri. Dia adalah Tuhan dari semua manusia, yang perhatiannya sama besar baik kepada orang kulit merah maupun orang kulit putih. Bumi ini amat berharga bagi Dia.

Merusak bumi akan membangkitkan balas dendam Sang Pencipta. Orang kulit putih juga akan lenyap, mungkin lebih cepat dari suku-suku lainnya. Kotorilah ranjang Tuan, maka pada suatu malam Tuan akan tercekik oleh kotoran Tuan sendiri.

Pada saat Tuan mati, Tuan akan besinar terang, dibekali kekuatan Tuhan yang membawa Tuan ke Tanah ini, untuk tujuan istimewa memberi Tuan kekuasaan atas tanah ini dan atas orang kulit merah.

Takdir adalah suatu misteri bagi kami, karena kami tidak tahu kapan semua kerbau habis disembelih, kuda liar dijinakkan, sudut-sudut rahasia hutan dipenuhi bau orang banyak, dan bukit-bukit dipenuhi kabel-kabel berbicara.
Dimanakah semak belukar? Hilang
Di manakah elang? Lenyap
Di sinilah kehidupan berakhir
Dan kehidupan baru pun dimulai!

Sumber :
Nevy James Tonggiroh - Foundation







Read More
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com